Drrrttt drrrttt Sabian melihat ponselnya yang bergetar di sebelah komputernya. Ia mengernyitkan keningnya lagi saat melihat nomor asing yang terpampang di layar ponselnya. Tanpa menunggu lagi ia meraih ponselnya dan mengangkatnya, tak lupa menyuruh Elena untuk menunggu. “Udah dapat paketnya?” suara di sebrang sana membuat Sabian sedikit geram.” Kamu tau kan siapa aku? Pria yang kamu temui saat malam itu. Aku tau banyak soal kamu dan kebusukan kamu sebagai pria. Dan kamu beraninya mengancam calon istriku sekaligus wanita yang sedang mengandung anakku? Apa kamu lupa siapa yang mensponsori fashion show kamu hingga bisa membuat acara besar dengan bintang-bintang terkenal?” suara disana tertawa puas.” Aku harap kamu akan berpikir ulang jika mau mengganggu Freya dan keluarganya. Berani kamu m

