Prang! Suara pecahan kaca itu membuat semua tamu dalam pesta mengalihkan pandangannya ke sumber suara. Bahkan beberapa berlari keluar dari gedung karena takut sesuatu terjadi. “Ada apa?” tanya Freya yang tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya. “Entah.” Balas Ezra dengan wajah menegang. Apalagi ketika seorang wanita yang begitu dikenalinya masuk ke dalam gedung dengan sebuah Gucci di tangannya. “Rosa.” Gumamnya. Freya menatap wanita yang tengah berjalan kearah mereka. “Apa-apaan wanita gila itu?” tukas Maria dengan wajah tak suka. Sementara beberapa bodyguard dan security menjaga di sekitar Rosa, takut jika wanita itu nekat melakukan sesuatu. “KAMU GAK BISA GINIIN AKU, EZ!” Prang! Gucci di tangan wanita itu kembali dijatuhkan ke lantai hingga pecah tak berbentuk. “KAMU MEMILIH UN

