“Muka kamu kenapa merah gitu? Demam, Frey?” tanya Joselyn saat melihat Freya pulang ke rumahnya dengan wajah memerah seperti kepiting rebus. Padahal terakhir mereka ketemu tadi siang gadis itu baik-baik saja. “Gak apa-apa kok.” Freya langsung membaringkan tubuhnya di ranjang. Masa ia harus jujur soal dirinya yang mendadak deg-degan jika disamping Ezra. Yang ada Joselyn akan membullynya habis-habisan. “Ezra masih baik kan?” Freya mengangguk pelan kemudian memejamkan matanya. “Terus terus … jatuh cinta gak sama Ezra? Kalian kan banyak menghabiskan waktu bersama akhir-akhir ini.” Mata Freya kembali terbuka sempurna kemudian menatap Joselyn dengan tajam. Yang ditatap hanya mengedikkan bahu tak peduli,” gak lah! Amit-amit.” “Masa sih, Frey? Nih ya kalo dia bukan calon suami kamu mah, uda

