"Kamu serius kalau Mami kamu ngajak aku ke butik?" tanyaku saat Bima menjemputku. Padahal aku sudah mengatakan padanya tidak perlu menjemputku karena aku bisa pulang sendiri. Biasanya juga begitu jika kebetulan mobilku sedang masuk bengkel. "Kapan sih Mami bercanda buat hal yang seperti ini?" Bima malah balas bertanya. "Maksudku dia nggak marah?" tanyaku lagi. Aku mulai kehilangan rasa percaya diri jika berbicara mengenai Tante Vivian. Setiap ibu pasti ingin yang terbaik buat anaknya. Mungkin saja menurut pandangan Tante Vivian, aku bukan yang terbaik buat Bima. Apalagi keluargaku tidak memiliki level yang sama dengan keluarga Bima. Duh. Kenapa aku malah ngomongin kekayaan sih. "Marah kenapa? Kamu nggak ada melakukan kesalahan, kan?" tanyanya. "Rasanya sih nggak ada," jawabku seperti o

