51. Perjanjian

1565 คำ

Sesaat setelah aku menyelesaikan kalimatku, rasanya aku ingin menghilang saja. Rasa malu bercampur salah tingkah mungkin membuat wajahku sudah memerah seperti tomat. Aku sudah terlalu sering mengecewakan Bima dengan sikap dingin dan rasa nggak peduliku. Aku nggak mau melukainya untuk kedua kalinya. Jika aku mengatakan merindukannya, bukan berarti aku hanya ingin basa-basi menyenangkan perasaannya. Tapi memang itu yang kurasakan sejak bertemu kembali dengannya tadi. "Apa perjanjian kita masih berlalu?" tanyanya sambil tersenyum menggoda. Dia juga memiringkan wajahnya sambil menarik tanganku agar membatalkan niatku yang akan membuka pintu mobilnya. "Per .... perjanjian apa?" tanyaku bingung. "Jika aku boleh menjadi temanmu," balasnya. Aku tersenyum canggung saat mengingat janji yang pern

อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม