Setelah sarapan bersama Trisna, siang itu juga Bisma buru-buru kembali ke Surabaya. Bisma sampai di kontrakan saat waktu menunjukkan pukul empat sore lebih sekian menit. Dia memutar gagang kunci sebanyak dua kali setelah kunci itu masuk ke lubang pintu. Tangan yang lain meraih kenop kemudian pintu dibuka. Gelap. Rupanya Blue Java belum kemari, batinnya. Tangan Bisma menggapai saklar lampu yang terletak di sebelah kiri pintu bagian dalam rumah. Anehnya, seperti tercium sekilas aroma parfum yang begitu khas. Bisma kenal betul dengan aroma itu. Kemudian pintu kembali ditutup bersamaan dengan bunyi tuas saklar yang kini telah bergeser pada mode menyala. Ketika berbalik badan, Bisma terkejut dengan apa yang sedang terjadi di ruang tamu kontrakannya saat ini. “Apa-apaan kalian?!” ** “Bu Y

