Sejatinya rindu hanya melalui doa. Jika aku diibaratkan senja dan kamu meridukan senja, cukuplah merindukanku lewat doa. *** Ini hari ke-15 Aku berada di rumah sakit. Aku pun terbangun dari tidur. Berharap saat membuka mata aku bisa melihat lagi. Ternyata semuanya sama. Masih hitam dan hitam. Terdengar suara isakan tangis Khanza di sampingku sambil memegang tanganku. Aku meraba muka Khanza dan memegang kedua pipinya. "Khanza..." ucapku lirih. "Azalea..." ucapnya sambil menangis. Aku mencoba bangun dan beranjak turun dari tempat tidur pasien ini, akan tetapi Khanza mencegahku. "Mau kemana Azalea?" tanya Khanza. "Aku mau keluar Khanza. Aku ingin melihat bunga-bunga yang merekah di taman. Sekarang masih pagi bukan?" tanyaku sambil meraba dinding-dinding di ruangan ini, namun aku tak ma

