Bab 32. Lanjutkan

1089 คำ

"Dava pucek! Lama kali diangkat! Siapa yang kau telpon tengah malam begini? Calon istri ke tiga!" Justine langsung kesal setelah sepuluh menit dan akhirnya panggilannya di jawab. Padahal jelas, seharusnya dia bisa menutup panggilan orang lain terlebih dahulu agar bisa menerima panggilannya, atau kalau mereka saling kenal bisa ngobrol bertiga. Kenapa malah dia yang dicuekin. "Gak usah marah-marah kayak istri yang diselingkuhi Just." Dava yang sudah tahu Justine mau bertanya apa menjawab dengan santai. "Eh ... Kon//t0l, aku lagi urgent ini." "Apa? Mau tanya soal istrimu." Dava menjawab dengan santai. "Lho ... ko tau." "Tahulah, Mahesa yang barusan telepon, nanya kenapa Justine enggak tahu istrinya masih perawan." Dawa tertawa pelan, merasa Justin adalah pangeran paling konyol yang per

อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม