"Ibra, lepaskan!" Ze merasa tangannya sangat sakit karena dicekal dengan sangat kuat dan tubuhnya ditarik hingga terseret-seret karena mengikuti langkah Ibra yang cepat. "Masuk!" Ibra membuka pintu rumah dan akhirnya melepaskan Ze dengan kasar hingga terhuyung hampir menabrak meja, sedang pintu itu langsung dia kunci begitu Ze sudah masuk. Masih ada bekas merah tamparan di pipi Ze yang terasa panas dan berdenyut, air mata menggenang di kelopak matanya, tapi dia tidak berani melawan karena melihat kemarahan Ibra yang sangat menyeramkan. Ibra menarik napas berusaha menenangkan diri, dia sudah sering mendengar bahwa bekerja sebagai selebriti itu memiliki pergaulan yang kacau sehingga dia selingkuh dengan teman sekantornya karena tidak yakin Ze akan tetap bersih di sana. Barulah ketika d

