Bab 40. Tangisan

1161 คำ

Marco bergegas masuk ke dalam rumah ketika mendengar suara tangisan bayi yang sangat kencang. Dia menghampiri istrinya yang masih sabar membujuk bayi itu agar berhenti menangis. Setelah acara pernikahan selesai diadakan, Julian memang berada di bawah asuhan Marco, karena anaknya Junior dan Queen langsung kembali ke kerajaan Cavendish dan bayi sekecil itu belum kuat jika dibawa untuk perjalanan yang sangat jauh. "Kenapa lagi si Julian?" tanya Marco, memberi nama cucunya tanpa sepengetahuan Justine karena merasa tidak baik bayi sebesar itu belum punya nama. "Kayaknya dia rindu orang tuanya." Liz yang menggendong Julian sembari terus menimangnya tetap tidak bisa menghentikan tangisan bayi itu yang semakin keras. Padahal, di keluarga Cohza dia adalah orang yang paling sabar dan telaten sa

อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม