Nata tengah duduk di sofa yang ada di dalam kamar apartemennya bersama Mawar. Ia tengah mengamati apa yang terjadi pada teman-temannya akhir-akhir ini. beberapa hari lalu, setelah mengetahui keadaan Bebi, Nata semakin murka dan menyuruh orang suruhannya di Amerika untuk mempermainkan bisnis milik Han. Ia ingin membalas perbuatan lelaki yang sudah membuat temannya depresi. “Bang,” panggil Mawar. “Hmm?” “Pacar Kontrak lagi banyak masalah ya?” “Ehm … dikit.” “Abang … gue mau nanya.” “Apa?” “Ehm … maaf ya kalo entar bikin Abang kesel, gue cuma mau kepastian aja sih.” “Lu mau tanya hubungan kita?” “Iya. Masak begini terus?” “Gak kok. Lu sabar aja, gue selesaiin dulu masalah temen-temen,” ujar Nata. “Gitu ya … oke ,deh.” Mawar beranjak dari tempatnya, lalu berjalan keluar dari kama

