Mikha terbangun di sebuah kamar, ia sangat mengenali kamar itu. Tubuhnya terasa sangat lemas, entah apa yang dilakukan orang tuanya saat kata terakhir yang diucapkannya pagi itu. Mikha mencoba berjalan menuju pintu kamar, lalu ia memegang gagang pintu. Sialnya … pintu itu terkunci rapat dari luar. Brak Brak Brak “Buka woi!” teriak Mikha. Beberapa kali Mikha menggebrak pintu, tetapi tidak ada jawaban dari luar. Akhirnya ia kembali duduk di tepi ranjang, lalu mencari keberadaan ponselnya. “Sialan! Mana hape gue? Gue dijebak ama mereka nih!” gerutu Mikha. Kamar itu masih terlihat sama seperti terakhir ia meninggalkan rumah. Di atas meja ada makanan untuk dirinya. Dan makanan itu sudah dingin pastinya. Mikha melihat pada dinding kamar yang terdapat jam di sana. “Jam lima sore, berarti

