twenty eight - lentera kematian

3501 คำ

Kyoto, 10 Februari 1912. "Sepertinya ada keperluan mendesak yang ingin kau tanyakan, Arata?" Suara itu mengalun dingin menyimpan kesinisan. Arata bergeming, menatap sorot yang sama dingin dengan miliknya. "Yuuta." "Aku menduganya," sahutnya pelan setelah mengembuskan asap dari cerutu mahal. "Kau pasti bertanya tentang kakakmu." "Dia tidak becus. Tidak pernah lebih baik darimu." Ada rasa jengkel yang terpendam dalam suara seraknya. Arata termenung, melihat rautnya berubah keras karena kecewa. "Aku memberinya tugas yang teramat mudah. Tetapi dia tidak bisa melakukannya," ujarnya memberi alasan. "Kau tahu kesalahannya? Ini belum satu tahun dan aku merasa tidak punya harapan lagi. Dia tidak bisa diandalkan." Kedua tangan Arata terkepal, menghela napas dalam. "Beri dia kesempatan. Wakt

อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม