Sudah sepantasnya pagi berjalan lebih cerah karena matahari mengganti malam yang pekat. Mendung yang tak terkira telah lenyap, tergantikan siluet kebiruan yang muncul dari ufuk timur. Mia bangun lebih pagi untuk membersihkan dedaunan yang berserakan berkat angin, memasak sarapan dan melakukan rutinitas lainnya di pagi hari. "Mia," suara ceria Liana mengusiknya pagi ini. Mia menoleh, menatap gadis kecil itu dengan sebelah alis terangkat. "Selamat pagi." "Kebetulan yang aneh. Kau tidur nyenyak semalam?" "Aneh, katamu?" Liana mendesis muram. "Semalam hujan deras dan aku bisa tidur lebih awal karena tidak tahu harus berbuat apa. Aku tidur nyenyak, bagaimana kau sendiri?" "Hem, aku juga." Liana mengintip ke arah dapur dan melihat sang guru sibuk membereskan meja makan sekaligus menata ala

