Pelajaran yang menyebalkan telah usai.
Suara surga sekolah telah terdengar.
Para guru menutup pelajaran hari ini dan keluar dari kelas.
Para murid keluar dari kelas dengan raut wajah yang terlihat sangat bahagia, seolah baru saja terbebas dari penjara.
Suara ricuh terdengar dimana-mana lantaran siswa yang terlalu bersemangat pulang ke rumah masing-masing.
Mereka sudah tidak sabar untuk tidur, main ke mall, nongkrong di cafe, atau pun menonton. Yang terpenting mereka tidak bertemu dengan pelajaran yang menyebalkan lagi untuk sementara waktu.
Sama halnya dengan mereka, Roselyn langsung pergi nongkrong ke cafe untuk sekedar refreshing sebelum pulang ke rumah.
Biasanya Roselyn hanya pergi bersama kedua adik dan sahabatnya tapi sekarang berbeda. Tidak hanya mereka saja sekarang yang nongkrong di cafe tapi juga si kembar identik. Prince dan Rafael.
Keduanya memaksa ikut meski sudah berusaha menghindar dari mereka. Jadi, Roselyn hanya bisa pasrah diikuti oleh si kembar identik yang bahkan tidak bisa dibedakan olehnya.
Semenjak memasuki cafe, semua perhatian kaum hawa tertuju ke arah meja yang ditempatinya.
Banyak kaum hawa yang menatap iri pada Rosleyn yang dikelilingi para cogan sedangkan Roselyn hanya bisa menghela nafas kesal.
Tingkah Prince yang posesif dan sok manis padanya, entah kenapa membuat lambungnya terasa tergelitik.
Sudah berulang kali mendorong pria itu menjauh darinya tapi tidak ada istilahnya seorang Prince menyerah. Pria tampan itu begitu agresif!
Jadi lah, posisinya sekarang berada di samping Prince dan disebelah kirinya ada Arsen.
Mereka saling diam-diaman karena melihat wajah tidak bersahabat Roselyn. Sampai pelayan membawakan pesanan mereka, baru lah Roselyn membuka suara. Itu pun hanya mengucapkan terimakasih ke si pelayan.
Gadisku menggemaskan sekali, batin Prince mengagumi Roselyn yang tengah melahap steak.
"Pelan-pelan makannya, kak. Tidak akan ada yang merebutnya dari kakak." Ujar Arsen begitu perhatian sembari mengelus puncak kepala Roselyn.
Tingkah Arsen membuat Prince merasa cemburu. Pria tampan itu berusaha menekan rasa cemburunya mengingat Arsen adik kembaran Roselyn.
"Maklumin aja, kak. Kak Roselyn tidak pernah mencicipi makanan yang enak selama ini karena tinggal di gua." Ledek Jonathan.
Roselyn melemparkan potongan steaknya ke wajah tampan Jonathan hingga daging itu menempel di rambut cetar badai Jonathan.
Hal itu sontak membuat Jonathan terpekik kaget. Alvaro dan William menertetawakan sahabat playboy mereka itu.
Prince tiba-tiba menukar piringnya dengan piring Roselyn. "Makan punyaku saja, honey. Sudah ku iriskan dagingnya untukmu."
Roselyn menatap piring yang ditukarkan Prince lalu menatap pria tampan itu dengan senyuman kecilnya. "Terimakasih."
Sederhana tapi mampu membuat Prince melayang.
"Ckck, baru kali ini aku melihatmu perhatian dengan orang lain. Kau sepertinya benar-benar jatuh cinta ya." Ucap Rafael menggoda Prince tapi sayangnya Prince tidak menanggapi.
"Honey, nanti malam aku akan melamarmu. Kau jangan kemana-mana nanti malam, oke?"
Alvaro dan William yang sibuk menertetawai Jonathan terdiam. Roselyn, Arsen, Jonathan, dan Rafael yang sedang makan tersedak.
"SETRES!!" Umpat Wang bersaudara bersamaan.
"Aku sudah memberitahukan mommy dan Daddy perihal ini. Mereka juga sudah menghubungi orangtuamu. Mereka setuju!"
"GILA!!" Lagi-lagi Wang bersaudara mengumpat kompak. Tingkah mereka membuat para pengunjung cafe bertanya-tanya.
"Kau sungguh membuatku takjub." Rafael bertepuk tangan seraya menggeleng-gelengkan kepalanya heran.
"Aku hanya tidak ingin keduluan oleh orang lain." Jawab Prince cuek.
"Honey, makan lah ini. Kau harus makan banyak supaya pipimu semakin berisi." Prince memindahkan kentang goreng pesanannya ke piring Roselyn.
Gadis cantik itu hanya bisa manggut-manggut melihat tingkah aneh Prince.
"Kau juga harus makan sayur supaya sehat."
Semakin manggut-manggut ketika Prince memindahkan sayur ke piringnya.
Gadis itu tak banyak protes karena perutnya memang sudah lapar. Ia melahap semua makanannya tanpa mempedulikan Prince yang asik menatapnya dengan tatapan memuja. Tidak merasa risih sedikit pun karena sudah terbiasa menjadi pusat perhatian.
"Tolong matanya dikondisikan!" Sindir Jonathan namun Prince tidak merasa tersindir sama sekali. Ia tetap menatap Roselyn dengan tatapan memuja.
"Lanjutkan saja. Perutmu akan sangat kenyang jika melihat wajah cantikku." Sindir Roselyn karena masih saja melihat Prince menatapnya tanpa berkedip.
"Tentu saja, honey. Melihatmu saja memang sudah sangat membuat perutku kenyang."
"Ya, ya, ya. Terserah."
"Sen, setelah menghabiskan makananmu belikan aku ice cream strawberry ya?" Rayu Roselyn sembari terus mengunyah makanannya.
"Iya, nanti aku belikan."
"Arsen memang yang terbaik, tidak seperti si ono." Matanya mendelik sinis ke arah Jonathan.
"Apa salah Dan dosaku?" Jonathan meletakkan tangannya di d**a dengan mendramatis sehingga mendapat timpukan potongan steak lagi dari Roselyn.
"Tidak usah drama, jijik tahu lihatnya."
"Berarti kakak jijik dengan diri kakak sendiri ya?" Kekeh Jonathan.
"Adik nyebelin!! Sini kau!! Kucekik sampai mati." Geram Roselyn namun gadis cantik itu terdiam ketika tubuhnya dipeluk secara tiba-tiba oleh Prince.
"Tidak usah pedulikan dia, honey. Habiskan saja makan siangmu." Bisiknya sebelum melepaskan pelukan dan mengusap puncak kepala Roselyn sekilas.
Rafael yang notabenya baru kali ini melihat kembarannya bersikap manis hanya bisa menganga kagum. Sekali jatuh cinta, kakaknya tidak main-main.
"Dan ini ice cream strawberry yang kau inginkan."
Roselyn menatap berbinar ice cream yang diberikan Prince. Segera saja gadis cantik itu mengambil ice cream tersebut dan melahapnya.
"Habiskan dulu makan siangmu, honey. Baru setelah itu makan ice cream lagi."
"Tidak mau. Aku mau ice cream dulu."
"Maklumin saja, dia tidak akan makan yang lain jika sudah bertemu dengan ice cream kesukaannya." Kekeh Arsen sembari mengusap puncak kepala kembarannya dengan penuh kasih sayang.
"Lain kali aku tidak akan memberinya ice cream sebelum selesai makan." Ujar Prince datar.
Roselyn tidak mempedulikan siapa pun karena ice cream strawberry membuatnya lupa diri.
Dalam diam, Prince mencuri-curi pandang ke arah gadis yang dicintainya pada pandang pertama itu. Melihat cara makan gadis itu saja sudah membuat senyuman terbit di bibirnya.
-Tbc-