"Bersihkan diri kalian. Setelah itu aku akan pergi ke dapur untuk memasak makan malam." Karen tersenyum saat dia berjalan bersama Hana dan Nisaka. Nisaka menggeleng tegas ketika Karen menatapnya tajam. "Aku ingin memasak sesuatu untuk kalian berdua," katanya, tak terbantahkan. "Aku akan kembali ke kamarku. Masih ada tumbuhan tersisa jika kalian merasakan gatal nanti," Karen membuka tudung kepalanya. "Aku berharap semua baik-baik saja." Karen baru saja melangkahkan kakinya menuju jalan Istana Bunga sampai suara tepuk tangan dari balkon ruang anggota dewan menghentikan langkahnya. "Aku berani bertaruh setelah ini seisi istana gempar dengan penyakit kulit bawaan dari tiga manusia sampah ini!" Karen mengangkat kepalanya, menatap tajam anggota dewan bermulut busuk dari klan Parviz yang san

