Modus

1436 คำ

Aku buru - buru menghadap kembali ke depan, ke arah jalanan yang belum juga sepi. Dokter Kelvin ternyata yang akan membantuku menyeberang. Rena … tenang! Sisi hati yang lain coba meredam. "Ayok." Pikiranku belum fokus, saat pria itu menepuk lenganku aku cukup kaget. "Kalau bengong aja, kapan nyebrangnya?" Aku menoleh ke arah pria itu, saat dia kembali bicara. "I … iya." Aku gugup, selain karena takut menyeberang, juga karena pria itu. Ish ... Aku mengambil nafas dan menghembuskan perlahan. "Ini, cuma mau nyebrang jalan." Dia terlihat bingung melihatku. Mungkin ketakutanku berlebihan, tapi namanya trauma mau gimana lagi. Tapi, kalau sekarang bukan karena rasa takut itu. Lebih karena ada yang berdebar kencang di dadaku. "Saya, takut nyebrang." Aku beralasan. Kelvin terlihat manggut-ma

อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม