Serena terbangun dari tidur lelapnya begitu merasakan sinar matahari yang hangatnya menembus melalui jendela kaca. Dahi mulusnya mengernyit tak nyaman begitu merasakan ada sesuatu yang terasa begitu lembut dan hangat menyentuh bibirnya yang berwarna sedikit kemerah-merahan itu. Serena membuka kedua mata indahnya perlahan dan mendapati Erick sedang menciumi bibirnya. Setelahnya, Erick hanya tersenyum sambil menatapi wajah cantik Serena. Sebuah senyum hangat yang entah mengapa, selalu berhasil membuat Serena tersipu malu karenanya. Erick mencium bibir Serena lagi sekilas, “Selamat pagi, sayangku.” Serena tersenyum manis, “Kamu sudah bangun daritadi?” “Hmm .. sekitar lima belas menit yang lalu aku rasa,” jawab Erick sambil membelai lembut rambut panjang Serena yang terlihat masih acak-ac

