Waktu menunjukkan hampir pukul dua belas siang saat Serena mendapati seseorang mengetuk pintu kamar tidur Erick. Serena langsung bangun dari tidur-tidur ayamnya dan tidak tidur lagi setelahnya. Pintu kamar tidur Erick kembali diketuk beberapa saat setelahnya. “Nona Serena? Nona ada di dalam?” tanya sang pengetuk pintu yang suaranya terdengar ‘mendem’ dari balik pintu. “Iya, tunggu sebentar,” jawab Serena sambil merapihkan asal rambut panjang serta kemeja putih kebesarannya yang terlihat sedikit acak-acakan. Setelahnya, Serena beranjak membuka pintu kamar Erick sedikit. Malu, karena Serena hanya menggunakan kemeja putih polos nan kebesaran milik Erick yang hanya menutupi tubuhnya sampai batas tengah paha mulusnya saja. Begitu pintunya sudah terbuka, Serena mendapati Satya, ajudan sekali

