Elena menatap Alberto nanar, “Aku .. aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, Alberto ..” Alberto tersenyum miring, “Sepertinya memang tak ada jalan lain. Mungkin aku memang tak akan pernah bisa melupakanmu.” Dahi mulus Elena langsung mengerut, “Kenapa? Aku rasa tak ada sesuatu yang istimewa dalam diriku sampai-sampai membuatmu tak bisa melupakanku ..” Alberto menggeleng. “Jangan bicara seperti itu, Elena. Kamu istimewa, mungkin tidak bagi orang lain, tapi iya bagiku,” ucapnya serius. Elena hanya tersenyum tipis. Elena terdiam sejenak sebelum kembali bicara, “Waktu itu .. kalau tidak salah kamu pernah menyebut nama Caterina? Siapa dia, Alberto?” Alberto menghela napas sejenak, “Bagian dari masa lalu kelamku.” “Masa lalu kelammu?” ucap Elena terkejut. “Yeah,” ucap Alberto acuh tak

