Namira langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang Kevan setelah ia berada di apartemen pria itu. Sejak kembali dari kelab, ia memang memutuskan untuk menginap di sini. Padahal, sebelumnya ia ingin mabuk-mabukan untuk yang terakhir kalinya sebelum bertunangan dengan Kevan. Namun, semuanya gagal ketika ia melihat Kevan yang saat itu tengah memerhatikan Laura dengan raut wajah yang menunjukkan kemarahan. Hatinya langsung tergugah untuk membantu pria itu. Sejujurnya, Namira memang sudah tahu kalau Laura berada dalam satu tempat yang sama dengannya. Namun, untuk yang kesekian kalinya, ia kembali menutup matanya dan tak memedulikan apa pun yang dilakukan wanita itu. “Kenapa kamu nggak mau pulang, Namira? Memangnya nggak dicariin?” tanya Kevan seraya melepas jaket yang melekat pada tubuhnya

