"Kau, tidak lagi menarik...." Nafas Belve tertahan, ketika mendengar kalimat yang terlontar dari mulut Derren. Tak percaya, kalau orang yang benar-benar dia sayangi, membuangnya begitu saja. Air mata menetes dengan bebasnya, tangan Belve gemetar hebat karenanya. Ketakutan terbesarnya, menjadi nyata. "Why.....?" tanya Belve dengan pelan. Dia berusaha menggapai Derren, yang berdiri dengan wajah dinginnya didepan sana. "Apa aku membuat kesalahan?" tanya Belve lagi. "Tidak," jawab Derren singkat. Kemudian mendekati posisi Belve, sambil tersenyum tipis. "Tapi kenapa? Kenapa kau pergi meninggalkan aku?" tanpa sadar, air mata Belve berubah menjadi darah. Bersamaan dengan warna manik matanya yang berubah, menjadi merah pekat. "Jika aku salah, tolong beritahu apa kesalahanku. Jadi aku tidak

