Chapter 9: Good Morning Normal POV Erlan mengikuti kakaknya. Ia masih terheran - heran dengan semua yang ada di sini. Sejak masuk tadi, Erlan sudah dikejutkan dengan banyak hal. Papan besar bertuliskan ‘Good Morning’ di depan, masih terngiang di benaknya. Ia hanya belum percaya, bahwa inilah hasil karya kakaknya. Meskipun sang kakak tidak sendirian — melainkan bersama teman - temannya — tapi Erlan tahu bahwa kakaknya punya andil besar dalam pembangunan tempat ini — sebuah Coffee Shop. Coffee Shop ini tidak jauh dari rumah - nya. Hanya sekitar lima kilo meter. Erlan sering melihatnya. Juga sering melewatinya saat pulang dari kampus. Yang ia tidak tahu hanyalah, ternyata tempat ini adalah milik kakaknya. "Itu mesin pembuat kopi, Albino. Keren, kan!" sombong Kiv

