Selama aktivitas makan malam berlangsung, gue hanya berusaha fokus pada makanan yang ada di piring, tanpa merespon obrolan akward yang mama ciptakan beberapa waktu yang lalu. Gue bahkan berusaha secepat mungkin mengahabiskan makanan yang ada di piring agar bisa enyah dari meja makan secepatnya. Entah kenapa, rasanya makanan di piring gue gak habis-habis. Perasaan, biasanya gue bakalan mengahbiskan makanan gue dalam waktu yang cepat. Tapi sekarang, semakin gue ingin segera berlalu dari meja makan ini, malah semakin gue terjebak karena makanan gue gak kunjung habis. Syukurlah, setelah menahan malu dan menebalkan muka di hadapan si pria batu, akhirnya aktivitas makan malam bersama selesai juga. Si Mr. G diajak papa untuk ngobrol sejenak di ruang tamu. Padahal pria itu terlihat sudah tidak

