“ Sakha, aku rasa ini bukan ide yang bagus. Aku rasa… Aku biar nyusul ke rumah Melia aja.” ucap Ines ketika mereka sudah berhenti di basement parkiran apartement milik Sakha. “ Kenapa? Kamu takut sama aku?” tanya Sakha dengan tersenyum yang sungguh sangat mematikan. “ Takut? Kenapa aku harus takut sama kamu? Aku nggak takut sama siapapun.” ucap Ines dengan tegas. “ Oh ya? Kalau gitu nggak masalah dong kalau kamu disini dulu. Lagian toh kita bakalan menikah nantinya, jadi pasti kamu akan—“ “ Tapi kita hanya menikah untuk formalitas. Dan aku hanya butuh—“ “ Kita ngobrol di atas aja. Aku capek. Ayo…” sela Sakha yang langsung turun dari mobilnya. “ Sakha…” panggil Ines dengan nada khas dirinya yang selalu membuat Sakha menyukai cara Ines memanggilnya. “ Apa lagi, Inessa?” tanya Sakha s

