“ Sakha, apa- apaan tadi? Perjanjian kita kan kamu nggak akan menyentuh aku kecuali aku ijinkan? Lalu tadi apa?!” tanya Ines dengan kesal sambil menarik tangan Sakha yang entah ia lakukan secara sadar atau tidak. “ Tapi kan aku juga bilang itu hanya berlaku saat kita hanya berduaan. Saat di depan keluarga kita, tentu aja aku bebas untuk ngapain aja sama calon istri sendiri.” “ Tapi tadi itu kamu… Kamu ambil kesempatan. Kamu… Kamu sengaja kan? “ Kalau iya, kenapa? Apa aku nggak boleh mencium calon istri aku?” goda Sakha yang semakin membuat Ines kesal dan malu. “ Kamu ini… Genit!” ucap Ines dengan langsung meninggalkan Sakha dan sengaja menyambar pundaknya dengan tatapan marah. “ Kamu mau kemana?” tanya Sakha lagi dengan tersenyum. “ Kemana aja asal nggak ada kamu!” jawab Ines dengan

