Sudah sejak tiga hari ini Sakha memenuhi permintaan Ines untuk tidak menghubunginya sama sekali. Hal yang sebenarnya mengganggu pikiran Ines namun selalu coba ia tepis dengan membuat dirinya sangat sibuk hingga mengambil beberapa pekerjaan paeuh waktu selepas ia pulang bekerja. Sudah berapa kali pula Melia dan Septi menasehatinya jika Sakha akan baik- baik saja namun ia terus mengelak bahwa ia memang sedang membutuhkan biaya tambahan dan bukan karena ingin mengalihkan pikirannya yang khawatir bukan main. “ Nes, loe tuh bisa sakit kalau gini terus.” ucap Melia yang mendatangi Ines ke club tempat ia bekerja pada sore hingga malam hari. “ Gue udah biasa kali, Mel… Bukan pertama kali juga gue kerja rodi kayak gini.” jawab Melia sambil menata gelas- gelas kecil berisikan minuman beraneka ma

