Part 18. Perasaan Bersalah "Hati yang tersakiti tidak mudah untuk di obati." °°°°° Pagi-pagi sekali Bara segera pergi ke rumah Nadia untuk menjemput kekasihnya itu, sekaligus meminta maaf atas ucapan kasarnya kemarin. Jam 6 pagi dia sudah nongkrong manis di depan rumah Nadia. Pria tampan itu mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kasar. Menguatkan hati untuk mendengar cacian dan makian yang akan di lontarkan Nadia kepadanya nanti. Ting tong~~ Bara menekan bel rumah Nadia, tak lama kemudian pintu terbuka dan tampak lah seorang wanita paruh baya yang sedang memegang sapu. "Cari siapa, nak?" "Nadia, bu. Apa Nadianya ada?" Pembantu rumah Nadia menjawab dengan mimik wajah yang khawatir. "Non Nadia belum pulang dari kemarin, nak." "Kenapa dia belum pulang, bu? Memangn

