Part 16. Amarah "Berpikir lah sebelum berbicara, sebab hati yang tersakiti tidak akan bisa seperti semula. Sama halnya dengan gelas pecah yang tak dapat kembali sempurna." °°°°° "Pagi-pagi udah lengket aja kalian. Yang kasmaran mah beda ya." goda Sita setibanya Nadia dan Bara di dalam kelas. Nadia terkekeh geli. "Ih, apaan sih. Biasa aja kali." "Jadi iri, andaikan saja gue yang di posisi lo." "Kamu kan bisa lengket dan mesra-mesraan dengan Kemal, pacarmu itu." "Yah, kalau dia mana bisa romantis kayak Bara. Andaikan saja gue punya pacar seperti Bara." Sita berandai-andai. "Syukuri apa yang ada." "Yah, gue selalu ber--" "Sampai kapan kamu akan mengobrol dengannya, sayang? Aku sudah lumutan nih nungguin kamu." potong Bara jengkel. "Ck! Kamu nih. Duduk sana! Lagian siapa yang melara

