Adrian berjalan menghampiri pintu ruangan kerja pribadinya dengan langkah gusar. Memang bukan pilihan yang tepat untuk melakukan percintaan panasnya dengan Demelza di kantor. Siapapun bisa datang tiba-tiba dan mengganggunya. Dibukanya kunci pintunya dan dipersilahkannya sang pengetuk pintu untuk masuk. Ternyata Sofie, personal asistennya yang mau mengundurkan diri. “Siang, boss,” sapa Sofie ramah. Dia lalu melayangkan pandangannya pada Demelza, yang sedang duduk di sofa, dan ikut menyapanya, “Siang, Nona.” “Ada perlu apa, Sofie?” tanya Adrian penasaran. “Saya mau mempercepat waktu resign saya, boss,” jawab Sofie. “Dokter bilang waktu kelahiran saya kemungkinan besar lebih cepat daripada perkiraan, dan suami saya sudah tak mengizinkan saya untuk datang ke kantor lagi,” jelasnya. Adrian

