■♡■♡■♡■ "Tuhan harus mematahkanmu, demi membuatmu mengerti bahwa itu adalah cara-Nya untuk menyelamatkanmu dari seseorang yang salah.” ~anonim ■♡■♡■♡■ “Apa dia tahu selama ini aku masih menunggunya?” Iya, aku tahu, batin Juna. “Apa dia sudah melupakan janjinya sendiri?” Nggak. Aku masih sangat jelas mengingatnya. “Kenapa dia pergi sebelum menepati janjinya padaku?” Aku di sini, Ka. Mana mungkin aku tega meninggalkanmu. “Bagaimana bisa dia pergi secepat itu?” Arum menangis sejadinya. Untuk kali pertama, Arum meluapkan semua kesedihannya di depan orang lain. Dulu ia hanya menunjukkan air matanya di depan dua orang, ayahnya dan Una. Namun kini keduanya telah pergi. Pergi meninggalkan dunia ini untuk selamanya. Pergi meninggalkan dirinya seorang diri. Pergi dan tak akan pernah kembal

