48

3490 คำ

Edzard tidak pernah berpikir bahwa bukit ini nyata. Saat dia berlibur ke luar negeri, mendaki bukit adalah hal yang tidak pernah terlintas di kepala. Tapi ketika ibu Helena berceloteh tentang pemandangan bukit yang indah di pagi hari, dia dibuat penasaran. Helena menyusul dengan napas terengah. Gadis itu meremas ujung mantel, melirik ke bawah saat dia kembali menaiki anak tangga. "Bagaimana bisa kau secepat itu naik?" Edzard berpaling, memberi gadis itu senyum. "Aku terbiasa berolahraga di akhir pekan. Treadmill dan sebangsanya. Kau seharusnya mencoba berolahraga saat senggang, bukan berbaring di ranjang seharian." "Ck, aku mendapat nasihat dari si workaholic," cibir gadis itu pelan dan berlari untuk menaiki undakan anak tangga lain. Saat mereka sampai, Helena merasa dirinya terlempar

อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม