Bab.4 Bertemu Kembali Dengan Orang Di Masa Lalu

891 คำ
  Beberapa hari ini, Erika sangat sibuk.   Hal yang pertama dia lakukan adalah mencari taman kanak-kanak yang cocok untuk anak-anaknya, dan kemudian dia mulai mencari pekerjaan.   Tetapi lima tahun ini dia selalu tinggal di desa, sama sekali tidak memiliki pengalaman kerja yang memadai, meskipun dia adalah alumni universitas ternama, tetapi karena kurangnya pengalaman, personalia perusahaan yang dilamarnya pun menolak lamarannya.   Sampai dengan hari ini, akhirnya situasi buruk pun berubah menjadi baik.   Ketika Erika bangun di pagi hari, dia menerima panggilan wawancara, dan bukan pihak lain yang memanggilnya, melainkan PT Tirta Indonesia yang dikenal sebagai perusahaan raksasa penguasa bisnis terkemuka!   Erika yang menerima panggilan ini sangat terkejut, karena beberapa hari ini dia terus menerima penolakan, tidak disangka satu-satunya perusahaan yang memanggilnya untuk wawancara adalah perusahaan yang begitu terkemuka, yaitu PT Tirta!   Meski merasa aneh, tetapi Erika tetap tiba di gedung PT Tirta dengan tepat waktu, saat tiba di departemen personalia, dia melihat sosok yang dikenalnya, dan baru menyadarinya.   "Rupanya kamu?" Erika menatap pria yang tersenyum sinis di hadapannya dengan ekspresi kaget.   Jacky Laksita menatapnya dengan tatapan m***m, "Nona Erika, sudah lama kita tidak bertemu, setelah bertahun-tahun, kamu masih tetap cantik seperti sebelumnya."   Erika menatapnya dengan kesal, "Saat itu ayahku sudah mengusirmu dari Kota Mutiara, kamu malah masih berani kembali ke sini?""   Jacky menjabat sebagai badan eksekutif di PT Hendrawan, karena tingkah lakunya yang tidak sopan pada Erika, Darmawan Hendrawan pun langsung memecatnya dan mengusirnya dari PT Hendrawan.   Pada saat itu, Jacky tahu dia sudah tidak bisa meniti karir di kota ini lagi dan meninggalkan Kota Mutiara dengan putus asa.   Tidak disangka setelah lima tahun berlalu, dia tidak hanya kembali ke kota ini lagi, dia bahkan bekerja di PT Tirta Indonesia!   "Erika, dengan siapa kamu berbicara?" Jacky menunjukkan sifat aslinya, dia menatapnya dengan tatapan sadis, "Kamu sekarang hanyalah seekor anjing terlantar, apakah kamu masih menganggap kamu adalah Nona Erika yang gemilang seperti dulu?"   Perkataanya seperti sebilah pisau tajam yang menancap di hati Erika, dia memelototi Jacky dengan kesal dan kemudian berbalik badan meninggalkannya.   Walaupun Erika tidak akan mendapatkan pekerjaan seumur hidup, dia tidak akan menerima perlakuan dan penghinaan seperti ini!   "Erika, sebaiknya kamu pikirkan baik-baik, jika melewatkan kesempatan baik ini, kamu tidak akan mendapat pekerjaan yang lebih bagus dari yang ditawarkan PT Tirta!" Jacky berteriak di belakangnya, "Percayalah, dengan kemampuanku, aku bisa membuat seluruh personalia yang ada di Kota Mutiara menolakmu!"   Erika membelakanginya, sama sekali tidak berpaling dan menjawabnya, "Silakan dicoba!"   Ada begitu banyak cara untuk menghasilkan uang, jika tidak mendapat pekerjaan, dia bisa membuka usaha sendiri, sama sekali bukan masalah besar! Erika menuruni gedung dengan langkah yang mantap, saat tiba di lantai satu, dia melihat pintu gedung yang dipenuhi oleh orang.   "Immanuel Haryanto! Keluar kamu!" Di tengah kerumunan, terdengar raungan seorang pria.   Setelah itu, di tengah kerumunan terdengar suara orang-orang yang menahan nafas, semua orang dengan serentak bergerak mundur.   Ketika Erika melihat ke arah itu, dia melihat seorang pria paruh baya yang bertelanjang d**a sedang menuangkan bensin ke tubuhnya sendiri.   Seketika, suasana di lokasi menjadi sangat menegangkan, petugas keamanan yang menjaga ketertiban tidak berani bertindak sembrono, dan hanya bisa mengarahkan kerumunan orang yang menyaksikannya agar segera mundur.   Di tengah kekacauan, Erika yang berdiri di ujung kerumunan malah didorong ke depan.   Pria paruh baya yang sudah menyirami tubuhnya dengan minyak bensin tetap tidak menyerah, "Immanuel Haryanto mana?! Suruh dia keluar untuk menemuiku! Jika tidak, aku akan membakar diriku sendiri!"   Dia mengancam secara terang-terangan!   Karyawan PT Tirta Indonesia memberanikan diri untuk membujuknya! "Pak Bambang, kamu tenang dulu! Semua masalah bisa dibicarakan secara baik-baik, tidak perlu menyelesaikannya dengan cara yang begitu radikal!"   "Radikal?" Perusahaanku bangkrut karena Immanuel Haryanto, dia membuatku kehilangan segalanya, aku sudah tidak memiliki apapun! Dia yang telah membuatku menjadi seperti ini!" Bambang Purwanto sangat marah, "Aku memang ingin membuat masalah ini menjadi besar dan membuat PT Haryanto diserbu berita negatif, dan membuat harga sahamnya jatuh!'   Erika memperhatikan pria yang putus asa dan kesal itu, pria paruh baya itu membuatnya teringat pada ayahnya sendiri.   Di masa itu, ayahnya juga tidak bisa menerima pukulan berat karena bangkrut dan tidak bisa keluar dari keputusasaan sehingga pada akhirnya bunuh diri dengan melompat dari gedung.   Jika pada saat itu ada yang membujuk ayahnya, beliau pasti tidak akan melakukan hal yang fatal itu.   Di saat Erika sedang memikirkan ayahnya, dia mendengar seseorang yang berteriak dengan keras, "Bagus sekali, Pak Immanuel sudah datang!"   Ketika Erika melihat ke arah pintu gedung, dia melihat mobil Rolls-Royce Phantom yang sangat familiar mendekat dengan perlahan.   Erika tercengang, dan bergumam dalam hati, kebetulan sekali, dalam waktu beberapa hari, dia sudah melihat dua buah mobil nan mewah edisi terbatas ini.   Bambang Purwanto melihat Immanuel Haryanto datang dengan wajah dingin, dia buru-buru menghadang di depan mobil mewah itu, "Immanuel Haryanto! Keluar kamu! Hari ini, meski harus mati, aku juga akan menyeretmu mati bersamaku!"   Di dalam mobil, hanya terlihat profil Immanuel Haryanto, bibir tipis, hidung yang mancung, alis yang indah dan tebal serta pandangannya yang dingin.   Dia mengangkat tangannya sedikit dan berkata dengan dingin: "Terus maju."   Supirnya terkejut, tetapi tetap melaju dengan mata terpejam, menginjak gas dan melaju ke depan.   Bambang Purwanto menjadi panik dan terbelalak, dia tidak menyangka Immanuel Haryanto bisa begitu gila dengan tidak menghiraukan keselamatannya, dan tetap melajukan mobilnya ke depan.   Tepat ketika dia ketakutan hingga sepasang kakinya gemetaran dan tidak bisa menggerakkannya, sepasang tangan yang putih dan mulus mendorongnya dengan sekuat tenaga, menggantikannya berdiri di depan mobil mewah itu!   "Ahh!   Teriakan histeris pun terdengar!
อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม