"Pfft, lu terlalu berlebihan mujinya, Lex. Masih banyak yang lebih dari gua." "Nggak usah malu. Lu itu sempurna! Yuk, masuk, gua kenalin sama yang lain," ajak Lexi yang langsung menggenggam tangan Ara hingga membuatnya merasa risih. Ara berpikir kenapa Lexi sampai harus menggenggam tangannya, pada dia akan mengikuti Lexi tanpa harus seperti ini. Dia merasa risih dan tidak nyaman. Karena terasa berbeda jika Lexi yang melakukannya. Seolah-olah, Ara merasa genggaman ini seperti dirinya dan Louise, bukan seorang teman. Entah itu hanya pikirannya yang berlebihan atau gimana, tapi dia berusaha berpikir positif. Perlahan dia mencoba melepaskan tangannya dari Lexi. Beruntung, yang dia lakukan berhasil tanpa embel-embel ocehan dari Lexi. Saat memasuki ballroom, Ara melihat sekeliling dan hanya

