Turnamen

1617 คำ

Pukul 21.30, Didalam kamar bernuansa abu-abu terlihat kedua penghuninya tengah sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Hari ini adalah hari terakhir mereka tinggal di rumah keluarga Syakeer. Dan waktunya mereka kembali ke kediaman Dermawan. “Bran, kita bawa buku nggak ya ?” tanya Syana yang berdiri di depan meja belajar sambil menata buku-buku ke rak samping. “Ngapain bawa buku. Kita kan tinggal nunggu pengumuman.” Jawab Gibran yang tengah memasukkan beberapa pakaiannya ke koper. “Iya, ya.” Ucap Syana nyengir. Membuat Gibran gemes. Menutup koper dan berjalan mendekati Syana yang kembali menata buku- buku itu. Ragu, namun hati kecilnya terus memaksa untuk mengungkapkannya sekarang. Dengan hati berdebar, dan tubuh gemetar. Gibran berdiri di samping Syana. Syana yang sadar langsung men

อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม