Di ruang ICU terbaring lemah sosok wanita paruh baya dengan berbagai alat medis yang menempel di tubuhnya. Padahal tadi siang dia masih bisa berjalan walau tertatih. Sakit yang selama ini menggerogoti tubuhnya semakin membesar dan kini tinggal menunggu hari itu tiba. Hari dimana dia bisa lepas dari rasa sakit tersebut. Disampingnya berdiri seorang gadis yang terus meneteskan air matanya. Sungguh tak tega melihat keadaan wanita yang sudah berjuang melahirkan dia terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit. “Sudah nak. Kita doakan supaya mama lekas sadar. Dan kita bisa berkumpul kembali.” Ucap Robi seraya mengelus punggung anak gadisnya. “Hiks.. Aku takut pa, Hiks.. hiks.. aku nggak mau kehilangan mama.” Ucap Sarah di sela tangisnya. “Iya sayang.” Jawab Robi. Membawa Sarah ke pelukan

