Tiga hari sudah aku tidak pulang ke rumah Kang Dadang. Aku memilih ngekos di dekat laundry Bu Widya. Sebenarnya Willy dan Bu Widya memintaku untuk tidur di ruko saja, tetapi aku sungkan. Selain tidak ada teman saat malam hari, aku juga tidak enak hati jika suatu saat Kang Dadang datang dan membuat keributan di ruko. Biarlah untuk sementara waktu aku ngekos saja. Untungnya ada kos-kosan sederhana yang bisa dibayar sebagian dulu, sisanya aku bayarkan setelah gajian nanti. Aku terpaksa berutang karena memang tidak memiliki uang yang cukup. "Makan, Mbak," tegur Dwi saat membuka bekal makannya. "Iya, duluan, Mbak," jawabku sambil tersenyum. Lalu naik ke lantai dua untuk menuntaskan pekerjaanku. "Mbak gak bawa bekal ya? Sini makan bareng saya!" Teriak Dwi dari lantai bawah. "Saya masih

