22. Diusir

1141 คำ

Aku berlari meninggalkan rumah suamiku. Biarlah rumah tangga ini aku akhiri saja. Karakter orang akan sangat sulit dirubah. Apalagi model seperti suamiku, mungkin hanya teguran dari Tuhan yang bisa mengubahnya. Sebenarnya hati ini begitu sedih, tetapi air mataku tidak bisa keluar. Tertahan rasa sesak dan kecewa yang teramat sangat. "Mau ke mana, Mbak Nura?" tanya Bu Sari saat aku melewati warungnya. "Ada urusan sebentar, Bu," jawabku sambil memaksakan senyum. Tanpa niat untuk berbincang, aku berjalan semakin cepat agar sampai di luar gang. Aku pun melewati rumah Bu Widya. Pagar rumah itu sudah tertutup. Syukurlah Willy sudah selesai mencuci. Karena jikalau pemuda itu belum selesai mencuci mobilnya, maka ia pasti akan terheran-heran melihatku. Kenapa aku tidak pulang ke kontrakan ib

อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม