"Tapi kepala suami saya masih kepala asli, Pak Syarif, bukan kepala satwa, apalagi kepala buaya. Pasti Pak Syarif salah orang." Aku menggeleng tidak percaya. Jelas sekali Kang Dadang kepala dan badannya adalah Kang Dadang, bukan badannya badan manusia, kepalanya satwa. Pak Syarif tertawa sambil menggelengkan kepala. "Maksud saya, bukan kepala yang menempel di badan suami kamu, tapi kepala satwa itu maksudnya, Dadang dipercaya oleh pimpinan kebun binatang, untuk mengatur serta memantau semua kepala pawang hewan yang ada di sini. Otomatis, gaji Dadang yang sudah mencapai delapan juta per bulan, sudah pasti naik menjadi sepuluh atau bahkan sebelas juta." Aku mengerjap beberapa kali karena terlalu terkejut dengan kenyataan ini. Gaji suamiku cukup besar untuk ukuran kami, suami istri yang

