Devils Playboy

1470 คำ
David meminum kopinya pelan dengan mata sesekali melirik targetnya,sepasang muda mudi berseragam SMA yang sepertinya habis nonton bareng dan memutuskan makan setelahnya. Dengan santai David memanggil waiters. "Meja no 4, gue yang bayarin," kata David menyerahkan kartu kebanggaannya. (cara memikat cewek paling ampuh menurut versi david. Satu : Buat dia terkesan dari detik pertama, seperti mentraktirnya sebelum berkenalan) Benar saja tak selang berapa lama pasangan remaja itu menghampirinya. "Maaf apa benar kakak yang bayarin makanan kita?" tanya si cowok. David mengangguk santai. "Kenapa kok kita di traktir? Emang kakak kenal kita?" tanya pemuda itu penasaran. "Gue enggak kenal lo dan enggak ingin kenal, tapi gue ingin kenalan sama cewek di sebelah lo yang cantik ini." David percaya diri dan memberi senyum terdasyat nya untuk si cewek. ( yang ke dua, tunjukkan senyummu yang paling mempesona ) Si cewek langsung meleleh terpesona begitu melihat senyum David. Mau bagaimanapun cowok di sebelahnya kalah jauh dari David. Dari segi tampang dan penampilan sudah kelihatan banget David itu berkelas walau hanya menggunakan celana jeans dan kaus Lengan pendek kesukaannya. Cewek itu juga senang karena di traktir cowok ganteng dan enggak pelit macam pacarnya. "Maksud lo apaan?"tanya si cowok dari cewek di depan David dengan wajah kesal. David tak menghiraukan ucapan si cowok itu  dan langsung mengulurkan tangannya ke arah si cewek. "Gue David dan gue tertarik sama lo. Lo mau  jadi pacar gur?" tanya David langsung, membuat si cewek merona dan si cowok murka. ( yang ke tiga katakan ketertarikan mu dengan tegas dan jelas ) Mendengar perkataan David si cowok langsung merah padam karena marah menghadapi kekurang ajaran David yang mau ngegebet pacarnya di depan ke dua matanya langsung. Plakkk. Cowok itu menepis tangan si cewek yang hampir menyambut uluran tangan David. "Lo apa-apaan sih, ngapain nanggepin ini cowok. Lo lupa kalau lo itu pacar gue." Pemuda itu menegur ceweknya dengan nada tinggi. "Pulang?"tambah pemuda itu dan mencengkram lengan si cewek erat dan hendak membawanya pergi. "Ish ... ish ... jadi cowok jangan kasar dong kasihan tangan semulus ini jadi sakit kan?" kata David entah sejak kapan tangan cewek yang di tepis pemuda itu sudah berpindah ke genggaman tangannya sambil di elus-elus. ( yang ke empat perlakukan dia dengan lembut dan penuh perhatian ) "Eh ... lepas gak?" cowok itu semakin memanas karena David benar-benar kurang ajar. Bukannya melepas David malah mencium tangan si cewek dan mengedipkan matanya menggoda. "Kurang ajar, b******k lo yaa ...." teriak si cowok dan melayangkan bogem mentah ke arah David. Tetapi dengan sigap bodyguarnya menangkis dan langsung memiting tangan si cowok ke belakang hingga membuatnya menjerit karena sakit. Si bodyguard segera mengiring cowok itu keluar dari Mall agar tidak menimbulkan keributan. ( yang ke lima singkirkan pengganggu ) David tersenyum lebar tanpa menoleh sedikit pun ke arah keributan yang di buat bodyguard dan cowok tadi. Dia terus memandang cewek imut di depannya seolah-olah sangat tepesona hingga tak bisa memalingkan wajahnya. "Pengganggu sudah pergi, jadi ... siapa namamu cantik?" tanya David tanpa melepas genggaman tangannya. "Luna," jawab cewek itu terpesona dan memerah karena malu. "Luna maya? Atau lunakan dia dan datanglah padaku," kata David dengan nada mengoda. "Ihhh kak David bisa saja." "Buat kamu aku bakal jadi orang yang serba bisa. Biar keingianmu bisa aku wujudkan semua." gombalan David membuat cewek itu makin tersipu-sipu. ( yang ke enam buat dia enjoy dan nyama saat di dekatmu ) Cewek itu tersenyum malu-malu mau, bahkan Luna mulai ikut duduk di samping David saat David mempersilahkannya. "Kamu pas kecil di kasih makan apa sih kok cantik banget? Gue sampai enggak bisa lihat yang lain selain wajahmu." David menggenggam tangan Luna dan terus memandangnya sampai Luna salah tingkah. "Gombal." "Bukan gombal cantik tapi fakta, lo aja yang enggak sadar kalau lo itu kayak bidadari khayangan." "Mimi peri dong dari khayangan," kata Luna bercanda "Enggak dong sayang, mimi peri mah hasil oplosan kalau lo kan alami, asli, tanpa pengawet dan formalin. Istilahnya kamu masih murni semurni susunya murni. eh ... maksudnya murni jualan s**u murni lah ... pokoknya gitulah." "Ih ... kakak lucu deh," ucap Luna tertawa pelan. "Kamu juga imut, btw tadi udah ke mana saja?" tanya David. "Enggak kemana- mana kak, cuma nonton saja," kata Luna. "Emang kamu enggak pengen ke mana atau kepengen apa gitu?" tanya David. "Ke mana? Ini kan sudah sore kak." David mengangguk. "Bagaimana kalau gue temenin belanja? Masak pulang dari Mall enggak bawa apa-apa?" "Saya kan masih SMA kak mana ada duit buat belanja-belanja," keluh Luna. "Soal itu sih gampang, Lo bisa beli apa saja yang lo mau. Soal bayar membayar serahkan sama gue," ucap David sombong. "Gak ... ah jangan-jangan nanti pas bayar kakak tinggal pergi lagi," ucap luna khawatir. David mengeluarkan kartu kreditnya dan menyerahkan pada Luna. "Kalau nggak percaya nih lo aja yang pegang pinnya 696969." "Kakak apaan sih masak Pin nya gitu?" "Gitu kenapa?" "Ambigu." "Tapi loe mau kan ntar malam gue ajak 69an." "ih ... kakak mesum." "Kok m***m? Siapa yang m***m? Loe kali mikirnya yang tidak-tidak. Maksud gue itu lo ntar malem habis belanja gue ajak makan di restoran 69 di mangga dua, mau kannnnn?" David menawarkan sambil tersenyum lebar. "Kakak mah bisa aja ngelesnya, ini Luna jadi di ajak belanja enggak?" tanya Luna sudah tidak sabar berkeliling dan membeli baju keren dan sepatu mahal. Diam-diam dia  melirik kartu di depannya dengan penuh minat. "Jadi dongk cantik ... ayo gue anter." David menawarkan lengannya dan  seketika Luna sudah ngegelendot di sampingnya dengan kartu di tangannya. David tersenyum lebar karena tahun Luna sudah mulai jatuh dalam perangkapnya. ( yang ke tujuh dan yang paling jitu dan pasti ampuh.buka dompetmu maka dia akan membuka apa pun untukmu ) *** David duduk sambil menghisap batang candunya lalu menghembuskannya dengan perlahan. Diamatinya Luna yang duduk gemetaran di balik selimut dengan wajah yang masih ketakutan. Hal yang sudah biasa David alami setelah ML dengan semua teman kencannya. David mematikan rokoknya yang baru habis setengah, di ambilnya celana dan kaus yang tadi dia lepas dan memakainya dengan santai. Masih sambil mengawasi Luna yang wajahnya membiru karna tamparannya beberapa waktu lalu. Ada bekas lebam dan luka di bagian tubuhnya yang tadinya putih, mulus dan cantik. Sebenarnya David masih ingin mengulang sesi percintaan mereka untuk ronde yang ke tiga. Tetapi sayangnya teriakan Luna tak semenyenangkan yang dia bayangkan. Dia suka wanita yang menjerit keras di setiap tusukan sambil melakukan pukulannya. Sayang, Luna kadang hanya mendesis dan merengek sakit tanpa adanya jeritan yang menyemangati. Jika David dikatakan penderita b**m atau apalah itu dia tak keberatan dengan sebutan itu. Hanya saja David tak memerlukan ruang bermain atau alat-alat penyiksa yang suka di koleksi penderita b**m. Karena David bisa menggunakan tempat manapun sebagai ruang bermain dan barang apa pun sebagai alat penyiksa.Yang David butuhkan hanya jeritan. Dia suka wanita yang menjerit kesakitan saat berada dalam kuasanya dan target utamanya adalah anak SMA. Pokoknya semakin muda semakin David suka. Maka tak salah jika adiknya Ai menyebutnya pembasmi Cabe-cabean karna 90% teman kencan David berusia 18 thn ke bawah. Kenapa David suka anak kecil? Karna David benci kemunafikan. Lihatlah mereka imut maniez dan terkesan polos. Tetapi nyatanya mereka sangat liar, jalang dan murahan. Maka dari itu David suka jika tampang polos dan terkesan suci itu berteriak -teriak menerima hukuman darinya. Tentu saja David juga sudah memastikan cewek itu sudah tidak virgin sebelum menunjukkan sisi aslinya. David mengambil kertas yang sudah di sediakan asistennya setiap mengetahui David akan membawa wanita ke Hotel. "Tanda tangan," ucap David pada Luna dan menyodorkan surat perjanjian. David tidak mau di tuduh p*****l dan melakukan pelecehan seksual pada anak di bawah umur. Apalagi dengan tindak kekerasan yang menyertainya. Yah ... walau kenyataannya memang itu yang baru beberapa menit lalu dia lakukan. Tapi, David adalah orang yang punya uang untuk menutup mulut para korban. Dengan takut dan tangan masih gemetar Luna menandatangani surat apa pun yang disodorkan David. Badannya masih terasa sakit, Luna tak menyangka perselingkuhannya akan berakhir semenyedihkan ini. Awalnya Luna berpikir dia bertemu cowok sempurna yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Tetapi ternyata semua hanya tipu muslihat agar dia terlena dan begitu Luna lengah dia sudah berakhir di sini. Berakhir dengan sesi bercinta menguras tenaga dan membuat seluruh tubuhnya seakan rontok karna pukulan yang tak pernah Luna bayangkan akan dia terima saat mengiyakan David menjamah tubuhnya. "Bagus," gumam David. "Di sini tertulis kita melakukanya atas dasar suka sama suka jadi jangan repot-repot menuntutku atas apa yang baru terjadi." David menjelaskan garis besar surat pernyataan yang baru ditanda tangani oleh Luna. "Dan ini bayaran untukmu." David mengeluarkan sebuah cek dengan nominal yang pasti akan membuat seorang Anak SMA melupakan apa pun yang di lakukan David tadi. David mencium sebentar sudut bibir Luna yang berdarah lalu mengedipkan matanya. "Selamat tinggal. Semoga kita bisa melewati malam bersama di lain waktu," ucap David dan langsung mendapat wajah pucat Luna sebagai jawaban. Membuatnya meninggalkan kamar hotel itu dengan tergelak puas dan bahagia. *** Tbc.
อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม