Cowok Lucknut

1197 คำ
Enjoy Reading. *** Tasya merutuki kebodohannya, kenapa dia tak belajar dari pengalaman? Dengan bodohnya dia lagi-lagi menuruti perintah Joe hanya untuk melihatnya make out dengan cewek lain. Tunangan ... Tasya miris mendengar istilah antara dirinya dan Joe. Dia memang tunangan Joe tapi bahkan Wanita di luar sana diperlakukan lebih baik dari dirinya tunangannya sendiri. Setidaknya mereka pernah di cium atau disentuh olehnya. Sedang dirinya ... Boro-boro di ajak make out, di cium paling cuma di pipi itu pun kalau ada wartawan atau fans nya. Tasya kadang sengaja memakai pakaian kurang bahan jika di dekat Joe, tapi ... lagi-lagi Joe bahkan terlihat tak berselera dengannya.Dia kadang sampai heran apa yang kurang dari tubuhnya? Dia model walau tak setinggi model-model lainnya setidaknya dia satu-satunya model indonesia yang bisa menembus pasaran victoria secret saat ini. Dadanya besar seperti impian semua wanita, kulitnya putih bersih tanpa ada sedikit pun cacat atau goresan, wajahnya juga tak kalah menarik. Banyak laki-laki yang mengejar dan menginginkannya. Tetapi lagi-lagi dia sudah terlanjur terikat dengan Joe. Bukan karena uang 3 M yang sudah dia gunakan untuk membelinya dulu Namun, ini lebih kepada rasa terimakasih darinya karena Joe tak menjadikannya p*****r atau memanfaatkan tubuhnya padahal Joe memiliki hak untuk itu. Joe bahkan membimbingnya menjadi model internasional walau untuk meraih itu dia harus melewati masa training yang berat dan diet ketat. Tetapi semua sepadan dengan apa yang dia raih untuk saat ini. Jasa yang diberikan Joe padanya tidak akan pernah bisa dia lunasi seumur hidup. Makanya Tasya lebih dari bersedia jika suatu saat dia dimanfaatkan oleh Joe. Sebagai tunangan yang walau Tasya tau hanya tunangan di depan publik, Tasya tetaplah wanita biasa. Kadang dia ingin di sayang dan di cintai seperti pasangan pada umumnya. Bahkan jika pergi berdua Tasya ngotot tidur sekamar dengan Joe dan selalu berakhir mengecewakan. Walau Tasya hanya memakai kemeja milik Joe dan celana dalam agar Joe tertarik memiliki dirinya. Tetapi ... Joe hanya masuk ke kamar dan benar-benar tidur tanpa menghiraukan dia yang sudah berusaha menggodanya mati-matian. Sebenarnya Joe tak pernah melarangnya berdekatan dengan laki-laki lain. Hanya saja tasya selalu merasa dia melakukan hal yang salah jika sampai bersama laki-laki lain. Tasya merasa jiwa dan raganya sudah terlanjur terikat dan meyakini bahwa dia hanya boleh dimiliki oleh Joe bukan pria lain. Namun, kadang bayangan dan kenyataan memang berlawanan arah. Lihatlah sekarang Joe tanpa perasaan mengusirnya dari Kamar mereka di hotel karna dia akan bersenang-senang dengan salah satu model yang parahnya model itu Tasya yang membawanya kemari. Bisa bayangkan seberapa malunya dia? Temannya memandangnya rendah karna dianggap tidak bisa memuaskan tunangannya sendiri sehingga memilih orang lain untuk bersamanya malam ini. Tasya masih menyumpahi cowok laknat sekaligus pemilik hatinya yang sudah menjadi tunangannya itu sambil menghampiri meja resepsionis.bayangkan ini jam 2 pagi dan dia harus memesan kamar lain untuknya istirahat malam ini. "Permisi apa masih ada kamar kosong?" tanya Tasya. "Kamar kosong masih tersedia. Hanya saja tinggal tersisa kamar vvip," jawab si resipsionis. Tasya menghembuskan napasnya kesal, keluar duit banyak deh. "Ya sudah enggak apa-apa," kata Tasya kemudian, Dia harus mengingat agar besok dia minta ganti rugi sama Joe. Baru Tasya ingin mengeluarkan kartu dari dalam tasnya tiba-tiba sudah ada kartu yang di sodorkan ke arah resepsionis. "Kamar Nona ini Aku yang bayar," kata seorang pria muda yang sepertinya seumuran dengan Alex, kakak dari Joe. Pria itu tersenyum ke arah Tasya. Tasya mengernyit bingung, dia tak mengenal cowok itu, apa salah satu fansnya? Tapi di lihat dari penampilanya sepertinya bukan orang sembarangan dan tak kalah keren dari Joe. Pasti dia anak orang kaya raya yang suka nyombongin harta orang tuanya. David melihat Tasya yang memandangnya bingung. Cewek di depannya  ini terlihat cantik dan  menggiurkan. David langsung tertarik begitu ke dua matanya menangkap bayangan dirinya. Saat itu Tasya yang tak menyadari keberadaan dirinya sudah  melewati David yang baru keluar dari kamar dan mendengar Tasya menyumpah-nyumpah kesal kepada seseorang yang dia sebut tunangan atau siapa pun yang dia sebut sebagai cowok laknat itu. Jadi begitu ada kesempatan David langsung menyambarnya. Seperti biasa jurus jitu menaklukkan wanita dan jurus pertama yaitu membayar kamar hotelnya. Tasya memang matre jadi begitu ada orang yang siap sedia membayar kamar hotelnya kenapa tidak? Rejeki kok di tolak, selain tak perlu membayar dia juga besok masih dapet ganti rugi dari Joe. ho ho ho double untung nih, batin Tasya sambil tersenyum memandang David. David yang mendapati Tasya tersenyum manis merasa senang. Yang tidak dia sadari Tasya bukan tersenyum padanya tapi tersenyum bakal mendapat untung Double. David merasa sepertinya petualangannya malam ini masih bisa di lanjut, walau sebenarnya Tasya bukanlah kriteria wanita yang dia sukai karna memiliki d**a besar yang sudah pasti isinya silicon. Tapi ... tak apalah di lihat dari penampilan Tasya yang lumayan terbuka membuktikan dia pasti sudah berpengalaman dan David sedang butuh wanita profesional setelah kecewa dengan si Luna yang hanya menjerit tertahan seperti kucing beranak. "Trimakasih," ucap Tasya pada si resepsionis setelah mendapatkan kartu kamarnya dan langsung kembali ke arah lift ingin segera mengistirahatkan tubuhnya setelah di paksa Joe kembali dari singapura hanya untuk melihatnya ena-ena dengan cewek lain. Huftttt. Tanpa sadar Tasya menghembuskan nafas lelah mengingat tunangannya itu. Ya ... mau bagaimana lagi, Tasya sudah telanjur cinta. Mau Joe bersmackdown ria dengan cewek lain di depannya, Tasya hanya bisa diam dan memaafkannya. Ting. Suara Pintu lift yang menandakan Tasya sudah sampai di lantai yang dia tuju. Tasya dengan tak sabar  langsung berjalan mencari kamarnya Dia bahkan tidak menyadari keberadaan David yang mengikutinya sedari dari tadi. "Ehemmm." David berdehem begitu Tasya membuka pintu kamarnya. "Ya ...." Tasya memandang David bingung? Ngapain ini cowok ngintilin sampai kamar. "Em ... gue David." David mengulurkan tangannya ke arah Tasya. "Oke." Tasya langsung masuk ke dalam kamar. Brakk. Tanpa menungu David bicara lagi Tasya sudah menutup pintu tepat di depan wajah David. "Hanya oke?" gumam David. Lalu dia mengetuk pintu di hadapannya. Tasya membuka pintu dengan malas dia memandang David dan mengangkat sebelah alisnya seolah bertanya, ada apa lagi? "Well ... gue sudah membayarkan kamar lo," ucap David tak lupa senyum mempesonanya dia tebarkan untuk mengoda Tasya. "So ... apa yang Lo inginkan?" tanya Tasya. "Apa lo enggak pengen ngobrol sebentar gitu di kamar sama gue?" tanya David basa basi. "Lo enggak lihat ini sudah jam dua pagi. Gue ngantuk dan gue mau istirahat oke." Tasya hampir menutup pintu kamarnya lagi. "Wait ... wait ...." David menjulurkan tangannya mencegah Tasya memutup pintu. "Apa lagi?" "Setidaknya gue boleh tau dongk siapa nama lo?" tanya David pwnuh berharap. Tasya memutar bola matanya jengah dan. Brakkkk. Untuk ke dua kalinya dia menutup pintu tepat di depan wajah David kali ini lebih keras dan kali ini langsung menguncinya. Itulah ciri-ciri cowok laknat yang kedua, mentang-mentang dia sudah membayar kamar hotelnya bukan berarti Tasya akan berbagi kamar itu dengan cowok itu ya. Buka dompetmu dan aku buka pahaku. Cih ... sory Tasya memang Matre tapi dia Matre yang elegant dan enggak murahan. Sedang David memandang cengo pintu yang tertutup rapat di hadapannya. Seriussss Dia sudah membayar kamar hotel lima Juta untuk satu malam dan hanya dicuekin? Jangankan berterimakasih cewek tadi bahkan tak menyebutkan namanya? David ingin tertawa sekaligus menghancurkan pintu di depannya secara bersamaan. Baru kali ini jurus pemikatnya tak mempan. Bahkan dengan hina dinanya dia dicuekin seorang cewek. David mengeluarkan ponsel nya dan langsung menghubungi seseorang. "Cari tahu cewek yang menginap di hotel Lux's di kamar 120," perintah David dan langsung memutuskan sambungan telponnya. "Baiklah nona siapa pun namamu? David pasti akan mendapatkanmu,"  gumam David sambil berjalan pergi, tentu masih sambil menggeleng tak percaya, bahwa dia baru saja di kerjai seorang cewek silikon. *** TBC.
อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม