100 Juta

1661 คำ
Enjoy Reading. *** "Party?" " ...." "Di mana?" " ...." "Em ... gue usahain deh. Tapi enggak janji juga, soalnya gue masih di Jerman." David sedang menjawab panggilan telpon dari teman barunya Joe. " ...." "Ok. See you." David mematikan poonselnya setelah menerima Joe menyebutkan lokasi party yang ternyata di pantai. Setelah sebulan yang lalu Mereka ( Daniel, Alex, Joe) mengobrak abrik rumah David yang di Indonesia. David malah jadi dekat dengan Joe. Apalagi David yang mendapat laporan bahwa secara kebetulan bahwa si cewek silikon itu ternyata adalah tunangan dari Joe. Mendengar si cewek sudah ada yang punya. David semakin penasaran dan tertantang untuk mendapatkan itu cewek. Karena sebagian playboy tukang tikung, semakin ganteng dan kaya saingannya itu semakin membuat semangat bergelora. Sebenarnya David hanya iseng-iseng waktu menculik adiknya Sandra. Itu dia tujukan untuk mengetahui seberapa sayang Alex pada adiknya bontotnya itu. Hal yang ternyata tidak mengecewakan karena sepertinya Alex benar-benar mencintai Sandra. Bahkan menurut David kadar kecemburuan Alex melebihi batas maksimal. Bagaimana tidak kelanihan kalau dia bisa cemburu sama David kakak kandung Sandara. Mungkinkah Alex parno takut Sandra sama David incest kali. Tapi kejadian luar biasa juga terungkap di sana di mana si Daniel kakak angkat Joe dan Alex tenyata adalah tersangka utama yang membuat Ai adik keduanya melendung 5 bulan. Dan sekarang dengan seenaknya David harus menerima keberadaan Marco si pengawal slengean untuk menjadi kepala pengawal di rumahnya. Tambahan pengawal sih oke, tapi si Marco sikapnya yang seenaknya sendiri bikin kesal. Mana si Marco ini juga senang membantah perintahnya. Benar-benar tidak mencerminkan setatus nya yang cuma sebagai pengawal. Bahkan kadang David berpikir seperti dia yang numpang. Di mana dia malah mengikuti aturan yang di buat Marco dan bukan Marco yang menuruti aturannya. Padahal jelas di akta tanah bahwa itu rumahnya. "Mau kemana bang?" tanya Ai yang melihat David mengganti bajunya berbeda dengan yang biasa di kenakan di rumah. "Gue mau ke indonesia. Lo mau ikut?" tanya David menawarkan. Ai beroikir sejenak lalu menggeleng. "Males, paling di sana Ai di tinggal nyari cabe-cabean." "Ya sudah abang langsung berangkat ya ...." "Eh ... tunggu dulu bang!!! Turutin ngidam Ai dulu." "Emang mau apaan?" "Mau Minta duit." David mengernyit bingung?tumben-tumben adeknya minta duit, biasanya jatah yang di kasih David tiap bulan saja dia tidak sanggup menghabiskan. "Buat apaan?" "Buat di simpan." "Emang simpanan yang abang kasih masih kurang?" "Bukan gitu abang ... Ai pengen ngumpulin duit dari berbagi negara buat di koleksi. jadi abang cariin gih." Perintah Ai seenaknya. David melongo. Semakin semena- mena ini adek satu. Kalau enggak ingat Ai lagi hamil sudah di tendang sampai luar angkasa. Walau itu juga enggak mungkin terjadi sih. Karena mana David berani nyakitin Ai kalau calon lakinya saja pemilik Save Security. Bisa almarhum dia kalau bikin Ai enggak bahagia. "Iya abang usahain." "Satu lagi bang." David berbalik menatap Ai menunggu perkataan selanjutnya. "Mintain sepeda sama Pak Jokowi dongk." David tambah melongo. Memang dia siapanya pak Jokowi? Pak Jokowi kenal Dia saja enggak main minta-minta aja. "Ai sepeda pak Jokowi itu di kasih buat orang-orang tertentu dan istimewa." "Ai juga istimewa. Ai kan lagi hamil anak kembar." "Ai ... yang hamil anak kembar di indonesia tuh banyak. Bejibun malah, tapi enggak ada tuh yang di kasih sepeda sama Pak Presiden." "Bilang saja enggak bisa, ribet amat sih!" teriak Ai kesal. David menghela napas pelan. Sabar ... sabar ... lagi bunting. "Emang nggak bisa Ai ...." Syuttttttt. Pranggkkkk. David langsung menghindar begitu tahu Ai melempar sendal ke arahnya. Alhasil vas di belakangnya yang jadi korban. Pengalaman David jika Ai tidak mendapat apa yang dia mau maka semua benda di dekatnya akan di lempar ke arahnya. Dan sebulan menghadapi itu David jadi pengalaman dan memiliki gerak reflek untuk menghindar. Cukup sebulan lalu kepalanya benjol gara-gara sepatu lancip Ai yang nangkring di jidatnya sekarang David sudah pintar menghindar jadi jangan harap bisa melukai wajah David lagi. "Abang ngeslinnnnn!" teriak Ai kesal. "Abang berangkat .... " teriak David sambil berlari keluar,Sebelum Ai melempar dengan sandal yang sebelah lagi. *** Tasya memberengut kesal dia sengaja nggak pake Bra supaya dadanya yang besar makin terlihat menggoda. Tetapi lagi-lagi Joe tidak menggubrisnya sama sekali. Dia malah asik Nge-DJ dengan beberapa temannya. Party apaan! Tasya pikir cuma Joe dan Dirinya yang akan ikut party dalam rangka mengganggu bulan madu Alex dan sandra. Tak taunya Joe juga mengajak beberapa pasukannya. Alhasil tampilan sexy nan menggoda yang dia tampilkan bukan di nikmati Joe malah kini beberapa selebriti cowok yang terlihat asik memandanginya dengan liur yang menetes netes seolah dia satu-satunya makanan penutup yang tersisa. Karna tak tahan dengan pandangan m***m nan batang yang mengeras bertebaran di sekitarnya, akhirnya Tasya menyingkir dari keramaian pesta. Di telusurinya pantai dengan kaki telanjang,musik pesta yang menghentak-hentak layaknya di Club malam masih terdengar di telinganya walau tak sekencang tadi. Tasya duduk di bawah pohon memandang pantai sambil menikmati sinar bulan yang terlihat meliuk-liuk di Air. Apa dia harus kasih Joe obat perangsang biar mau menyentuhnya? Sandra dulu juga di kasih obat perangsang dan berhasil? Mungkin Tasya juga harus mencobanya! Tapi di mana mendapatkan obat seperti itu? Kalau dulu masih ada Jack, Tasya bisa minta tolong  padanya. Tapi, kalau sekarang? Masak iya minta tolong mery? Yang ada ntar obat itu dia pake sendiri. "Gue pikir tadi lo itu bidadari penunggu pantai ini," gumam sebuah suara yang membuyarkan lamunan Tasya. Di pandanginya cowok yang entah sejak kapan sudah ada di dekatnya. Tunggu dulu ... bukannya dia cowok laknat yang di hotel itu? "Hay ... masih inget aku?" tanya David sambil mengedipkan matanya. Tasya langsung berdiri. Sok yes banget ini cowok, batinnya. "Jadi siapa namamu?" tanya David sambil tersenyum manis. Walau sebenarnya David sudah tau namanya tapi David hanya ingin tau seberapa jual mahalnya cewek silikon ini. "Nama gue mahal. Berani bayar berapa lo pengen tau nama gue?" tanya Tasya menantang. David bersiul pelan tak menyangka akan mendapat jawaban seperti itu. "Kamu maunya berapa?" tanya david enteng. Tasya menaikkan alisnya?jangan dikira dia becanda ya ... kalau soal duit Tasya akan sangat serius. Tasya berbalik menghadap David. "10juta buat nama gue," ucapTasya menengadahkan tangannya meminta ke arah David. David tersenyum kecil lalu mengeluarkan Cek  yang memang selalu ada di kantung celananya. Sebagai playboy dia harus selalu siap sedia kapan pun di mana pun. Setelah menulis nominal 20 juta dan membubuhinya dengan tanda tangan David menaruh Cek itu ke telapak tangan Tasya. Tasya melirik sebentar cek di tangannya lalu memasukannya ke kantung kemeja Joe yang sedang dia kenakan. Lalu dia mengulurkan tangannya ke arah David. "Gue Tasya," katanya dan langsung menarik tangannya begitu David mulai menggenggam dan bermaksud mencium tanganya. "Tasya ... siapa?" Ztanya David lagi. "Tasya saja. Hanya Tasya."Kata Tasya kemudian.beginilah nasib anak mucikari yang nggak jelas siapa bapaknya,bahkan mamanya tidak mau repot-repot memberi nama padanya,hanya Tasya dan finish. "Jadi berapa gue harus bayar buat bisa nyium elo?" tanya David to the poing. Membuat Tasya ingin menggamparnya seketika. David masih menunggu seolah-olah dia benar-benar menunggu jawaban dari pertanyaan yang absurd itu. Tasya menggeleng seolah David cowok nggak waras. Tasya baru akan beranjak pergi saat tiba- tiba tubuhnya sudah terhempas di batang pohon dan David memepetnya. Tiba-tiba jantung Tasya seolah -olah ingin meloncat keluar. Dia tidak pernah sedekat ini dengan cowok lain selain Joe dan Jack. Bahkan saat pemotretan pun dia lebih banyak sendiri dari pada berpasangan. "Jangan macem-macem lo," desis Tasya berusaha mengontrol kegugupannya. "Gue nggak macem-macem kok. Gue cuma mau satu macem yaitu Lo," bisik David sambil menjilat telinga Tasya dengan pelan membuat Tasya menahan naoas seketika. "Tapi gue gak tertarik tuh." Tasya berusaha meredam getaran dalam suaranya. "Kalau nggak tertarik kenapa memakai baju yang seolah memanggilku untuk mendekat dan menyentuhmu?" David bicara Dengan gaya sensual. Mengirim percikan-percikan yang juga di rasakan oleh Tasya. "Gue ... enggak ... Mmpppttt." Tasya melotot seketika saat tiba-tiba bibir David sudah nempel di bibirnya. Dia ingin melepasnya tapi entah sejak kapan tangan David berada di tengkuknya sehingga dia tidak bisa bergerak sama sekali. "Emmpptttt ...." Niat hati pengen protes justru aksi Tasya membuka bibirnya dijadikan kesempatan David memasukkan lidahnya ke dalam mulut Tasya yang . Ciuman yang awalnya lembut lama-lama semakin beringas. Tasya sampai kualahan karena walau dia pernah berciuman tapi tak pernah seintens ini. "Ehem." Sebuah suara menginterupsi. Tasya langsung gelagapan dan berusaha mendorong David. Berbeda dengan David yang masih sempat menarik bibir Tasya dan menggigitnya pelan sebelum dengan santai berbalik dan melihat pengganggunya. "Kalian ngapain berdua-duaan di sini?" tanya Alex dengan wajah super dingin. Tasya semakin salah tingkah sedang David terlihat santai aja. "Kita sedang Party! kenapa? lo mau gabung? tapi kalau lo gabung sama kita apa enggak kasian sama Sandra. Soalnya pas Gue ke sini tadi, Gue lihat dia lagi di ajak kenalan tuh sama artisnya Joe." "Sialan ... siapa yang berani deketin istri aku? Bakal aku hajar dia," ucap Alex seketika dan langung berlari ke arah pesta mencari istri tercintanya. David mengulum senyum melihat tingkah konyol Alex yang cemburuannya enggak ketulungan. Plizzz adeknya jago beladiri kalau memang ada cowok yang niat jahat sama dia paling udah babak belur duluan sebelum Alex sampai di sana. Tasya memandang Alex dengan rasa iri. Coba Joe kayak gitu. Melihat dia di deketin cowok langsung cemburu. lha ini ... huftttttt. Tasya menghela nafas berat. Susahnya punya tunangan yang di gandrungi banyak cewek. "Astaga ... ini Asliiii ...." ucap David kaget. Membuat lamunan Tasya buyar dan memandang David bingung. Lalu dia merasakan itu. Sesuatu yang aneh di tubuhnya. Tasya mengikuti arah pandang David dan Voila ... Sejak kapan tangan itu nangkring di payudaranya? pake acara remes-remes segala. Pantes rasanya anget-anget plus geli enak. Tasya memandang David lagi, dan seolah diguyur Air dingin dia langsung menganga tak percaya. Aaaaaaaaa. Duuuugggkkhhh. Ssshittttt. Awwwwww. Tasya Yang Sadar langsung menjerit dan menutup dadanya dengan kedua tangannya. Bersamaan dengan itu dia menendang jujun David tepat sasaran membuat yang punya barang langsung membungkuk kesakitan. "Dasar cowok laknat m***m. Tadi loe sudah cium gue, sekarang loe grepe-grepe gue, Lo tahu enggak ciuman gue tuh seharga 100 juta di tambah tangan loe yang sudah berani pegang-pegang gue. Jadi semuamya senilai 300 juta!" teriak Tasya kesal. David menganga tak percaya masih sambil memegangi jujunnya yang berdenyut-denyut. "Satu ciuman 100 juta? remes dikit 200 juta?" tanya David tak percaya. "Gak sanggup kan lo! Dasar playboy enggak modal," ucap Tasya sombong dan berbalik pergi. Hening sejenak lalu tak berapa lama David berteriak. "Jadi kalau mau nidurin Lo, Gue musti bayar berapa?" tanya David di belakang Tasya. "1 Triliun." Tasya asal bicara tanpa menghentikan langkahnya. David berdiri dengan tersenyum lebar walau jujunnya masih agak nyut-nyutan. "Oke. Gue bakal transfer! " tereriak David lagi. Tasya menghentikan langkahnya dan memandang David yang nyengir lebar. Dasar cowok aneh, batinnya. Tasya lalu pergi tak menghiraukan lagi teriakan Si Davuk sialan di belakangnya itu. *** TBC.
อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม