Lori duduk di ruang makan dengan rasa sakit yang sejak tadi tak berhenti menghentak kuat ulu hatinya. Ia mengatupkan kedua tangannya yang berada di atas meja lantas menundukkan kepalanya. Ia masih menunggu Jordan yang sejak tadi belum juga menampakkan dirinya. Ia memang sengaja pergi meninggalkan Jordan dengan Thomas setelah ia melihat kedua pria itu berpelukan. Ia sudah pernah bilang bukan kalau ia tak tahu harus mengambil sikap seperti apa ketika melihat Jordan bersama seorang pria? Alhasil ia lebih memilih untuk menunggu pria itu dengan harap-harap cemas. Sejak melihat kejadian tadi, Lori tak henti-hentinya mensugesti dirinya sendiri untuk terus berpikir positif tentang Jordan. Ia meyakinkan dirinya sendiri bahwa Jordan akan berubah menjadi pria normal. Yang ia lihat tadi mungkin hany

