seminggu sudah Aku bekerja di Kantor pusat, Semua berjalan seperti biasa.
Mungkin karena Orang yang selalu membuatku gugup siapa lagi kalau bukan Pak William, Kudengar Dia cuti selama 3 hari, Mertuanya sakit keras dan di rawat di singapura. Aku sedikit lega tak menemuinya karena Dia selalu mengganggu Pikiranku dengan senyuman Wajah tampannya.
Memang bukan hal pertama bagiku mendapat Senyum Nakal dari laki-laki tampan tapi tapi entah mengapa Ada getaran Aneh dalam hati saat menerima senyuman Manis Pak William.
Itu membuatku Gila, Gugup saat bertemu dengannya.
Semua berjalan normal, Aku sibuk dengan pekerjaan Assisten Manager, Di samping Pak Ruli yang selalu sibuk dengan komputer dan menghubungi Marketing perusahaan.
"Emilia..Kamu tolong wakili saya dinas keluar kota bersama Pak William" Ucap Pak Ruli tiba-tiba.
"Kok saya Pak?" Tanyaku heran.
"Saya sudah janji meeting dengan Divisi Keuangan dan Pak William meminta Divisi Pemasaran agar ikut dalam Perjalanan Dinas kali ini ke Bali, Ada peluncuran produk Baru saya memilih kamu karena kamu sudah tahu tentang Divisi kita" Jawabnya Panjang.
"Tapi Pak kenapa nggak pak Dani aja yang ikut?" Tanyaku lagi, Jujur aku sedikit risih jika benar harus pergi dengan Pak William.
"Pak Dani akan cuti karena Istrinya akan melahirkan" Jawabnya.
"Hem..Gimana Ya..pak.." Aku ragu-ragu menjawab.
Tak lama Pak Ruli menerima telepon.
"Emilia kamu di panggil Pak William" Perintah Pak Ruli sambil menutup Telepon.
"Baik Pak" Jawabku.
Aku pikir Pak William akan cuti lama. Ternyata hari ini dia sudah berada di kantornya dan tiba-tiba memanggilku.
Dengan perasaan tak menentu Aku menuju Ruangan Pak William.
Setelah menemui sekretarisnya Aku langsung di arahkan keruangan Pak William, Aku mengetuk pintu dan membuka pintu ruangannya.
"Permisi Pak William, Apa bapak memanggil saya? Tanyaku.
Terlihat Pak William sedang berdiri menghadap kaca, Memunggungiku.
Dia seperti sedang melamun.
Tak lama Dia berbalik dan tersenyum kepadaku, Entah apa arti senyumannya.
"Kamu di tugaskan untuk menemani perjalanan Dinas ke Bali oleh Pak Ruli.
Tolong kamu bersiap karena besok pagi kita berangkat. Kamu harus sudah ada di Bandara jam 6 karena kita penerbangan Pagi supir kantor akan menjemputmu" Ucap Pak William panjang.
"Apa harus saya pak?" Tanyaku sedikit takut karena menolak perjalanan Dinas ini.
"Apa kamu menolak?" Pak William berbalik tanya kepadaku
"Bukan begitu Pak..Tapi.."Jawabku ragu.
"Aku tidak memaksamu menyetujuinya, Tapi bila kamu menolak maka Satu Divisi akan kena sanksi pemotongan gaji" Ucapnya.
"Apa pak..?!" Jawabku heran.
"Bagaimana?" Tanyanya lagi.
"Baiklah" jawabku ragu.
Jujur aku masih heran kenapa Aku yang harus pergi bukan orang lain.Biasanya yang pergi perjalanan Dinas dengan Pak William adalah selevel Manager bukan Aku yang hanya Assistennya. Tapi Aku juga Takut semua rekanku membenciku karena mereka kena pemotongan gaji akibat ulahku.
*****
Jam 5 pagi aku sudah bersiap, Sebentar lagi Supir kantor akan menjemputku.
Memakai Jeans biru muda dan kemeja kotak Hitam-Abu sambil membawa Tas kecil dan Juga Koper kecil seperti mau berlibur pikirku.
Acara peluncuran produk baru akan di mulai malam hari jadi Aku tidak perlu berpakain Normal. Aku tiba di bandara dan ternyata Pak William sudah menungguku, Dengan memakai Celana jeans dan Kaos putih dan Topi membuat Aku tak mengenalinya jika saja dia tidak menyapaku duluan.
"Ini Tiketmu" Dia langsung menyerahkan Tiket padaku.
Tak lama kami Chek In dan masuk ke pesawat, Selama perjalanan kami hanya diam dan mencuri pandang. Jujur Aku merasa kami sedang berlibur berdua dan itu membuatku gugup.
Kini kami tiba di Bandara I Gusti ngurah rai Bali, Tak lama sebuah Mobil sedan menjemput kami dan membawa kami ke sebuah Hotel. Menurutku di sana memang akan ada acara karena banyak pelayan hotel sibuk mempersiapkan Acara peluncuran Produk baru.
Kamarku dan Kamar Pak William bersebelahan, Kamar VIP Room dengan pemandangan Ke Kolam renang.
Kami tak banyak bicara, Hanya seperlunya saja.
Sore menjelang, Aku mulai mempersiapkan diri dengan memakai Gaun terbaikku, Gaun Hitam bentuk kerah V dengan kancing kancing didepan ,gaun panjang setumit kaki dan lengan sesikut. Memang tidak terlalu seksi tapi Gaun yang ketat menampilkan lekuk tubuh dan Riasan Bold dan warna Bibir Nude membuat bibir tebalku sangat seksi.
Kini aku berada di luar kamar, Aku berjalan menuju area Ballroom hotel dan Aku tidak menemukan Pak William.
"Apa Kau siap?" Tiba tiba Pak William muncul di sampingku dan membuyarkan lamunanku.
"Sudah pak" jawabku gugup.
Pak William memakai Jas hitam dengan Dasi kupu-kupu hitam. Sungguh sangat tampan.
"Astaga Emilia Dia bosmu" Sadarku dalam hati.
Kami duduk di kursi yang telah di sediakan, Wajah gugupku tak bisa aku tutupi.
Semua kolega bisnis Pak William menyapa dan dia memperkenalkanku sebagai Assistennya tapi mereka kadang tak percaya terlihat dari tatapan mereka yang tersenyum nakal.
Acara demi acara peluncuran produk berjalan lancar, Aku mencatat hal-hal penting di ponselku agar saat kami tiba di jakarta dan mengadakan rapat Aku bisa ingat dengan baik Produk baru yang akan kami distribusikan.
Waktu menunjukan Pukul 10 malam, Acara selesai. Karena malam terakhir kami di Bali aku ijin untuk sekedar menikmati Keindahan hotel dan berjalan menuju sebuah Cafe. Karena hari mulai larut aku kembali ke Kamarku.
Saat akan membuka pintu ternyata kartuku tidak ada di Tas, Aku mencoba membuka pintu ternyata pintu Kamarku terbuka. "Astaga apa aku lupa mengunci pintu Kamar" pikirku.
Aku segera masuk dan ternyata di dalam kamar Pak William sedang berdiri menatap keluar kamar dengan gelas berisi minuman berwarna merah pekat.
Aku terkejut karena Aku takut salah kamar, Tapi koperku ada di lantai kamar dan beberapa Peralatan make up yang berantakan. Benar ini kamarku.
"Maaf Pak William..Kenapa Bapak ada disini?" Tanyaku heran.
" Aku ingin menemuimu, Ternyata kamu berjalan jalan sendiri tanpa mengajakku maka Aku menunggumu disini" Jawabnya tanpa menoleh padaku.
"Tapi Pak..Bagaimana bisa Pak William masuk ke kamar saya?" Tanyaku lagi.
Pak William meletak gelasnya di meja nakas berjalan ke arahku dengan tatapan yang tak bisa ku mengerti.
"Duduklah" Perintahnya padaku.
Aku duduk di Sofa depan TV dan Pak William ikut duduk di hadapanku. Tiba-tiba Pak William meraih tanganku dan mencium punggung lengan kananku.
Aku hanya bisa diam tanpa tahu apa yang terjadi.
"Aku menyukaimu" Ucap Pak William tiba-tiba.
Aku terkejut dan menarik lenganku paksa.
"Maaf Pak.."Ucapku gugup.
Pak William menyentuh pipi kiriku dengan tangan kanannya, Berdesir terasa di hatiku saat sentuhan tangannya menyentuh kulit terluar.
Aku memang menyukai ketampanan Pak William tapi ini salah.
Aku segera menepis tangannya halus.
"Maaf Pak saya Emilia karyawan Bapak bukan Istri Bapak" Aku takut Pak William Mabuk dan menyangka Aku istrinya.
"Ha..Ha..Ha..Aku tidak mabuk Emilia, Aku tahu kamu Emilia. Semenjak pertama bertemu Aku menyukaimu. Kamu sangat cantik dan seksi. Aku menyukai bibirmu" Ucapnya.
Cup..
Pak William mencium bibirku.
Aku terpaku karena rasa tak percaya apa yang di lakukan Big Bos padaku.
Tak hanya sekali dia terus mencium bibirku dan berpindah ke belakang leherku dengan menyingkapkan Rambutku yang tergerai.
"Aku sangat menyukaimu" Bisiknya di telingaku.
Bisikan itu seperti menyihirku agar terdiam dan pasrah menerima Kecupan nafsu bibir Pak William.
Sekarang Kecupan berada di tengah dadaku, Dia melepas kancing depan Gaunku satu persatu. Aku yang telah lama tak tersentuh laki-laki sangat b*******h saat Pak William terus mengecup bagian atas tubuhku. Kini bagian depan Gaunkh sudah terbuka menampilkan Gundukan d**a tertutup Bra Hitam.
Dia membuka Gaun dan membuka pengait Bra ku, Sekarang Dadaku tak tertutup benang terlihat daging kenyal ukuran yang menantang. Aku menatap Wajah Pak William yang tersenyum dan langsung melahap Ujung d**a yang berwarna coklat kemerahan.
Mungkin ini bukan yang pertama ada yang memainkan Buah dadaku tapi getaran gairah di dadaku membuat bagian bawahku sedikit basah.
"Apa kau menyukainya?" Tanyanya sambil tanganya meremas buah dadaku.
Aku terdiam karena malu menjawab.
Dia tersenyum dan terus menatap raut wajahku yang b*******h.
Dia melepas Jas dan kemejanya, Terlihat Tubuh atletisnya yang menggoda. Dia melepas Gaun ku dan membuangnya di lantai.
sekarang Aku hanya memakai Celana dalam, Dia turun dari sofa dan bersimpuh di Lantai dan menarik celana dalamku agar terbuka.
"Saya Malu Pak" Ucapku sambil menutup miss V ku dengan kedua tangan.
"Apa ini pertama bagimu?" Tanya nya.
Aku mengangguk malu. Tanpa Ragu dia menyingkirkan tanganku dari Miss V ku dan membuka kedua kakiku agar telihat lubang kenikmatan yang masih Virgin.
Tanpa Jijik dia menelusupkan wajahnya ke dalam Miss V ku dan Astaga betapa Geli nikmatnya yang kurasakan saat lidahnya mengeksplor tiap inci Lubang Miss V Ku. Aku bergerak tak karuan saat bibirnya menghisap lembut lubang kenikmatan dan Lidahnya memainkan Klitorisku, Tak lama ada sesuatu yang tertahan dan ingin di keluarkan dari Lubang Kenikmatanku.
"Ah..Ah.."Aku mendesah mengeluarkan Cairan di Lubang Miss V ku.
Pak William menghentikan kegiatannya dan berdiri. Dia membuka celana panjang dan celana dalamnya.
Oh..No..Ternyata Batang keperkasaannya sudah menegang dan terlihat panjang, Aku meneguk saliva ku kasar karena merasa takut apa yang akan terjadi selanjutnya.
Dia mengangkat tubuhku dan meletaknnya di kasur tanpa melepas Bibirnya yang terus menghisap lidahku.
Sekarang kami berdua di ranjang tanpa sehelai benangpun menutupi Tubuh polos kami.
Pak William seperti sudah siap dengan kegiatan b*******h kami selanjutnya.
Dia berada di atas tubuhku dan membuka Kakiku agar terbuka, Dia menuntun Batang Keperkasaannya di Lubang Miss V ku. Tiba-tiba aku ragu.
"Jangan Pak" Aku menggeleng dengan Air mata menetes di sudup mataku.
"Tidak apa-apa" Ucapnya sambil mengecup Pipiku.
"Ah..Sakit Pak William hentikan" Tanpa aba-aba Pak William menghujamkan Batang miliknya kemilikku, Terasa sangat sakit dan perih karena ini baru pertama aku rasakan.
"Diamlah..Aku akan pelan-pelan" Ucapnya di telingaku.
Tetesan Air mataku tak terhenti menahan sakit dan sesal memberikan Sesuatu yang berharga bukan pada suamiku.
Pak William terus menyumpal mulutku dengan bibirnya agar aku tidak terus berteriak menahan sakitnya hujaman milik Pak William, setelah 10 menit Pak William semakin cepat memainkan ritme permainan naik turun tubuhnya di Lubang Miss V ku.
"Ah..." Pak William berdesah panjang dan terasa cairan hangat di dalam rahimku.Dia memelukku tanpa mencabut miliknya di Miss V ku.
Rasa sakit mendera di lubang Miss V ku sangat terasa perih, Saat Pak William melepas batang keperkasaannya dari milikku, Aku merasakan ada cairan merah yang keluar. Ya..Aku masih Virgin dan Pak William telah merampasnya.
Aku tak hentinya menangis dan menutup tubuh polosku dengan selimut.
Rasa sesal mendera karena dengan mudahnya memberi sesuatu yang sangat berharga kepada orang yang tidak semestinya.
"Hei..Kenapa kau menangis" Pak William memelukku dan berbisik di telingaku.
"Aku takut Pak.." Jawabku terisak.
"Takut?? Apa yang kau takutkan?" Tanya nya lagi.
"Bagaimana kalau Saya Hamil Pak?Tanyaku.
"Aku bahagia kalau kau Hamil?" jawab Pak William.
"Tapi saya Takut" Aku memandang wajah Pak William penuh tanya.
"Anak itu milikku, Kau hanya mengandung dan melahirkannya saja.
Kata-kata itu mengundang pertanyaan, Apakah Pak William sengaja melakukan percintaan ini agar aku hamil.
Entahlah..Aku berdoa semoga saja Aku tidak hamil dan bisa lepas dari Pak William.
Aku tertidur dengan mata lelah menangis, Pak William terus memelukku.
TBC