67. Babak Belur

1357 คำ

Selamat membaca. Edwin mengangkat kepalanya dengan perasaan putus asa. Wajahnya sudah babak belur dipukuli oleh Teja;ayah dari Siwi. Lelaki itu mengusap sudut bibirnya yang berdarah dengan punggung tangan. Walau sangat pedih dan menyedihkan, tetapi ia tidak bisa protes apapun. Dia berhak mendapatkan semua ini karena sudah menjadi orang tua yang tidak becus mengurus anak lelakinya. Teja masih terengah-engah dengan wajah penuh keringat. Tangan kanan dan kiri yang ia pakai untuk memukul Edwin terasa kebas dan juga berdenyut. Jika saja membunuh itu boleh, maka dia sudah pasti membunuh lelaki yang seumuran dengannya ini. "Kenapa kalian lakukan ini pada Siwi? Kenapa?!" bentak Teja lagi dengan suara bergetar. "S-saya benar-benar tidak tahu, Teja. Saya berkata jujur. Saya pasti sudah datang ke

อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม