Edwin masih memperhatikan ibu dan anak yang masih mengantre di depan kasir apotek. Dia mengulum senyum dari balik rak madu, tempat ia bertabrakan dengan gadis kecil tadi. "Wajahnya mirip dengan Raka saat kecil. Jika mereka disandingkan, pasti banyak orang yang akan mengatakan bahwa mereka adalah ayah dan anak," gumam Edwin dalam hati. Gadis kecil itu menoleh kembali padanya sambil melambaikan tangan. Edwin membalas lambaian tangan dengan senyuman hangat. Dengan gerakan cepat, Edwin mengambil ponselnya, lalu memotret Ayumi tanpa diketahui oleh ibunya. Edwin mengarahkan kamera ponsel pada gadis kecil itu dan di depan sana, Ayumi tersenyum dengan sangat manis. Edwin sampai terpana, seakan ia melihat Raka saat seusia Ayumi. "Resep atas nama Tuan Raka Hidayat," seru petugas apotek. Edwin me

