Ahmar sama sekali tidak mau melepaskan Maharani yang kini tengah berontak sekuat tenaga dan berusaha untuk melepaskan diri dari pelukannya. Usaha Maharani itu sama sekali tidak membuahkan hasil. Hingga rambutnya yang dicepol rapi sudah berantakan dan pakaiannya kusut pun, Maharani sama sekali tidak bisa melepaskan diri dari pelukan Ahmar itu. Maharani malah merasa jika Ahmar semakin mengetatkan pelukannya. Tentu saja Maharani merasa sangat jengkel. Berbanding terbalik dengan suasana hati Ahmar yang sangat baik pagi ini. Jujur saja, Ahmar sudah mengimpikan ini sejak lama. Saat dirinya akan berangkat kerja, aka nada wanita yang ia cintai yang mengantar hingga ambang pintu. Ahmar akan memeluk wanita yang ia cintai dengan erat, lalu menghirup aroma tubuhnya hingga memenuhi paru-paruny

