Enjoy Reading.
***
"Princesss." Joe tersenyum lebar dan terus memepet putri di sofa sambil sesekali mencolek pipi atau lengannya.
"Ich ... apaan sih risi tahu enggak," ujar putri dongkol.
Ada ya cow ganteng tapi sarap macam cowok di sebelahnya ini. Dari tadi yang dikerjain cuma lihatin Putri sambil senyum-senyum enggak jelas, terus colek-colek, sambil mepet-mepet.
Mana apartemen di kunci lagi. Kan bahaya.
"Princesss cium dongk garing nih bibir dari tadi dianggurin?"
"Whattt?" Putri melongo saat mendengarnya. Ini cowok benar-benar Kurang se ons otaknya kayaknya.
"Bukan muhrim," ucap Putri jutek.
"Dikit aja dehhh. Ya ya ya bentar lagi juga muhrim." Joe menaik turunkan alisnya.
Putri baru akan beranjak berdiri saat tiba-tiba di tarik dan sudah terduduk di pangkuan Joe. Mukanya merah padam karena malu tubuhnya menempel erat dengan Joe.
"Lepasin gak?" Putri berusaha berontak tapi Joe malah memegang erat pinggangnya dan mulai menjilati lehernya. Duh ... Ini cowok satu suka banget jilatin orang. Berasa jadi es krim deh Putri, tapi tetep saja jorok.
Karena terus memberontak akhirnya Joe menurunkan ke dua tangan putri ke samping tubuhnya dan memeluknya erat hingga Putri enggak bisa ngelawan.
Putri yang capek akhirnya diam saja. Dia sudah pasrah, toh dia enggak bakal bisa kabur.
"Princessss gue enggak tahan." Wajah Joe menatap Putri seperti ingin menerkam.
Putri memandang Joe dan mengerutkan keningnya? enggak tahan apaan? Jangan-jangan ini cowok mau kencing lagi. Kalau iya kenapa enggak ke toilet tapi malah laporan kepadanya.
Putri bergerak gelisah di pangkuan Joe takut di ompolin. Apalagi dia merasa ada sesuatu yang keras mengganjal di pantatnya.
Sangat tidak nyaman.
"Princessssss." Joe menggeram frustasi karena bukannya diam Putri malah bikin juniornya semakin tegang.
Dengan gerakan cepat Joe tiba-tiba membalik tubuh mereka hingga kini Putri berada di bawahnya. Di ciumnya Putri dengan ke dua tangan di satukan ke atas kepalanya.
Putri yang terkejut hanya terpaku diam. Dia merasa seperti tersengat listrik kecil-kecil saat Joe melumat bibirnya yang masih tertutup. Saat menyadari apa yang terjadi Putri ingin protes tapi justru kesempatan itu di gunakan oleh Joe untuk memasukkan lidahnya.
"Emmmmffffffffff ...." Puteri berusaha protes karena dia kehabisan oksigen. Menyadari itu Joe melepas ciumannya dan Putri langsung menghirup udara sebanyak-banyak nya.
"Lo mau bunuh gue ya?" Napas Putri ngos-ngosan.
Joe tak memperdulikan protes Putri yang diperhatikan hanya bibir Putri yang membengkak karena ciuman dan dadanya yang naik turun terlihat indah.
"Lo denger ga ... mmmppppttttt." Joe kembali mencium Putri hingga kata-kata nya tertelan lagi.
Fix ini cowok memang b******k.
Ciuman pertama, ciuman ke dua dan ke tiga miliknya sudah di ambil Joe semua.
Putri diam bukan karena keenakan, tapi Putri lagi mikir gimana caranya memutilasi cowok ini.
BRAKKK.
"Uncle ... Joeeeeee i'm cominggggggg." Suara cempreng anak kecil membuyarkan kegiatan Joe.
Joe langsung melepas ciumannya dan melihat ke arah pintu. Di sana Mom-nya dan Anggeline memperhatikannya kelakuannya dengan tatapan jijik.
"Iuchhhhhh uncle bisa enggak ciumannya di kamar saja. Otak polos Angel kan jadi terkontaminasi," kata Angel malah duduk di depan mereka kepo apa yang akan terjadi selanjutnya. Bahkan Joe lupa bahwa posisinya masih menindih Putri.
Sedang Putri sumpah dia sudah maluuuuuuuuuuu ... maluuuuuu ... pake banget. Dia dipergoki anak usia dua tahun lagi tindih-tindih-an dan ciuman menjijikkan. Tak terasa air mata keluar dari mata Putri dengan deras saking malunya.
Dia dongkol.
Malu ....
Dia kecewa kenapa ciumannya berhenti.
(What?lupakan yang terakhir)
"Joe ... bisa bangun dulu enggak? kamu bikin anak orang nangis tuh?" Mom menarik paksa Joe menjauh dari Putri.
"Lha ... princessss kok nangis." Joe heran melihat Putri yang terlihat sedih.
"Stop dan duduk deket Anggeline saja." Mom dari Joe menghentikan Joe saat akan mendekati Putri lagi.
"Sayang ... cup cup sudah jangan nagis ... Ya ... kamu diapain sama Joe?"
Putri hanya menunduk malu dia tidak berani menatap wajah wanita cantik di depannya.
"Joe ... Mommy mendapat laporan dari mbak Dona katanya kamu nyulik mantunya?"
"Saya bukan mantunya mbak Dona tante. Mbak Dona memang pengen jodohin aku sama anaknya. Tapi kan ... anaknya baru 13 tahun. Masak iya aku nikahin brondong. Tapi ... saya memang di culik sama dia," kata Putri polos sambil menunjuk ke arah Joe.
Putri tak tahu jika jawabannya justru membuat Joe berbunga-bunga karena merasa dibela.
"Trus kenapa kamu nangis?" tanya Mom lily.
Putri menundukkan wajahnya lagi.
"Putri malu tante. Soalnya dulu ada tetangga Putri yang ketahuan tindih-tindihan abis di grebeg terus diarak sama warga. Habis itu di kawinin. Putri kan enggak mau tante.
Tante jangan laporin Putri ke kepala desa ya Putri enhgak mau di arak sama warga. Putri malu ... hiks hiks."
Joe sudah tertawa ngakak mendengar jawaban polos princessnya sedang Mom melongo. Ini anak memang polos apa bego ya, ini kan apartemen enggak bakal ada kepala desanya. Kalau Security iya.
Nemu dari mana sih Joe dapet cewek ajaib ini.
"Princesss kita enggak bakal di arak kok tapi cuma dikawinin doang," kata Joe santai sambil tersenyum.
"Nikah Joeeeeee bukan kawinnn." Mom Lily menegur anaknya sambil melempar bantal ke arah Joe. Sayang malah mengenai Angel.
"Omaaaaa." Angel cemberut
"Ups ... sory my Angel." Mom Lily tersenyum melihat cucunya.
"Lagian kamu main kawin-kawin saja. Terus Tasya mau kamu kemanain kurang dari dua minggu kalian nikah. Kamu mau punya dua istri?" tanya Mom Lily.
Bukan Joe yang menjawab, tapi Anggeline dengan pd-nya malah bernyanyi dan bergoyang alay.
Hey ... senangnya dalam hati.
Kalau beristri dua ....
Seperti dunia kanda yang punya.
Kepada istri tua kanda sayang padamu
Kepada istri muda i se. I love you.
Plok plok plok.
Joe memberi tepuk tangan.
"Luar biasa my litle princesss suramu memang amazing," puji Joe pada keponakannya.
"Tengks uncle," jawab Angel sambil memeluk Joe.
Sedang putri melongo saat melihat Joe yang bertindak kurang ajar. Masak emaknya nanya malah di cuekin.
"Joeeeeeee." Mom Lily menanggilnya serius.
"Bicara di kamar saja Mom," jawab Joe pasrah.
Joe langsung menggiring Mom-nya ke kamar.
"Angel tolong jagain my princess ya jangan sampai ilang," kata Joe sebelum masuk.
"Siap unclee."
Begitu Joe dan Mom masuk kamar. Putri bingung menghadapi anak kecil di depannya.
"Tante beneran mau jadi princessnya uncle?"
"Princessnya uncle?"
"Iya. Kata uncle suatu saat jika uncle panggil seorang cewek dengan sebutan princess maka dia bakal nikah sama uncle."
"Eh ... nikah?"
Anggel manggut-manggut.
"Kakak enggak mau nikah sama uncle kamu." Tolak Putri.
"Kenapa???"
Duh ini kalau Putri bilang otak unclemu kurang sekilo atau otaknya ketukar sama kodok atau kelakuannya absurt. Pasti ini bocah bakal ngadu, batin Putri.
"Uncle kamu kan ganteng jadi dia juga harus dapet cewek yang cantik. Sedang tante kan enggak cantik," kata Putri akhirnya menemukan jawaban.
Angel memandangi Putri seksama dari atas sampe bawah.
"Tante punya v****a?"
Uhukk.
"What!!!" Putri kaget karena enggak nyangka pertanyaan itu yang muncul. Dia menengok arah kamar dan lega karna Joe belum keluar dan mendengar ponakannya yang membahas v****a.
"Tante enggak punya?" tanya Angel kepo
"Eh ... tentu saja punya." Ya ampun ini bocah yang di bahas gini-gini amat ya. Di kasih makan apaan sih sampe aneh begini.
"Berarti uncle Joe bakal bertekuk lutut sama tante."
Putri bingung apa hubungannya coba.
"Kok bisa?" tanya Putri pura-pura tertarik.
"Kata uncle Joe ... cewek yang punya v****a bakal bikin semuaaaaaaaaa cowok bertekuk lutut. Dan hebatnya aku juga punya v****a yey ...." Angel bertepuk tangan dan tersenyum bangga.
Putri terbatuk-batuk karena tersedak saking kagetnya dengan pemikiran seperti itu. Entah tersedak ludahnya sediri atu tersedak kata-kata Angel. Yang jelas ini menambah daftar ketidakwarasan otak Joe. Bisa-bisa dia menanamkan pemikiran seperti itu di otak bocah dua tahun.
Baru Putri akan menasehati Angel, Joe dan Mom keluar.
Melihat Putri masih duduk manis Joe langsung memeluknya.
"Ah ... princessss leganya ku pikir kamu kabur soalnya Mom kan gak kunci pintu."
Putri diam dan menoleh ke pintu yang tak di kunci. Bener jugaa kenapa dia enggak kabur tadi begooooooo
Mom duduk di sebelah Putri.
"Sayang kamu tinggal di mana? Besok ke rumah kamu ya? Kita bakal datang buat lamar kamu"
"Tapi tante saya enggak mau nikah sama dia." Menikah itu untuk seumur hidup. Putri enggak mau menikah sembarangan.
Brukkkk.
"Mom ...." Joe panik melihat Mom-nya lemes dan hampir jatuh dari sofa.
***
TBC.