Selama satu minggu Haradisa berkunjung ke rumah Selin tanpa absen satu hari pun. Setiap datang pasti kalau tidak Selin, akan Sajaka yang mengajaknya bicara di teras rumah. Sering terdengar tawa mereka berdua. Dan itu membuat Sadina merasakan panas di cuaca mendung sekali pun. Sadina heran juga dengan dirinya. Ada perasaan tidak suka setiap Sajaka menyambut Haradisa. Mereka sangat cepat akrab untuk ukuran dua orang yang baru kenal. Mungkin alasan itu juga yang menyebabkan iri dalam hati Sadina. Ia membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, suasana, dan orang-orang baru. Sadina menghela napas. Konsentrasinya mengerjakan tugas terpecah karena tawa dua orang di lantai bawah. Di luar sedang hujan, akan tetap suara mereka tetap menembus tembok tebal kamarn

