Hari sudah beranjak malam. Laura meringkuk di dalam kamarnya bertemankan sepi dan lampu temaram. Tidak ada siapa pun, tidak ada apa pun. Yang ada hanyalah Laura berbicara dengan dirinya sendiri, di dalam hati. Berbicara betapa dinginnya diri itu di dalam ruangan yang baru. Tidak, Laura tidak pindah kamar atau dipindahkan ke rumah sakit jiwa. Satu pribadi lain baru menyadari keberadaan raganya di tempat baru. Terakhir ia bangun saat Ashton menyatakan keinginannya untuk melamar Elizabeth. Ya, itu sudah lama sekali. Perasaannya kacau, tapi tidak diikuti oleh tingkah impulsif. Lauren dan Louisiana mengenal orang itu sebagai Emma. Emma adalah seorang anak berusia sepuluh tahun yang pendiam. Keturunan orang tua Inggris raya, penurut, tapi memiliki darah seni yang tinggi. Terbiasa menjadi musu

